Menurut Daily Star, pada 14 Mei Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan ancaman nuklir kepada Eropa saat sebuah forum tingkat tinggi, dengan menekankan persenjataan rudal strategis Rusia termasuk sistem Topol-M, Yars, dan Bulava-30. Pemimpin Rusia itu berjanji untuk terus memodernisasi dan mengembangkan kekuatan nuklir strategis yang mampu mengatasi sistem pertahanan rudal. Pernyataan itu menyusul ancaman langsung dari kanal Telegram yang didukung Kremlin yang menargetkan Downing Street milik Inggris dengan rudal Sarmat dan Oreshnik, dengan satu kanal yang mengklaim bahwa Sarmat dapat menghancurkan kediaman Perdana Menteri sementara Oreshnik dapat menargetkan markas besar NATO.
Related News
Analis Menjelaskan Bagaimana 72 Jam Ke Depan Bisa Menjadi Titik Pembelokan Nyata untuk Kripto
Biaya Pinjaman Pemerintah Inggris Mencapai Puncak Tertinggi 28 Tahun di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Bagaikan naik pesawat luar angkasa! SpaceX berencana membangun pelabuhan antariksa global, menyerukan persiapan IPO dengan target 1.000 kali peluncuran per tahun.