Sa Sa International (00178) melaporkan total pendapatan sebesar HK$1,179 miliar untuk kuartal pertama yang berakhir pada Juni, naik 22,9% tahun ke tahun. Wilayah Hong Kong dan Makau menghasilkan pendapatan HK$901 juta, peningkatan 31%, dengan penjualan toko yang sama naik 30,1%. Pertumbuhan didorong oleh kinerja offline yang kuat, yang mencatat penjualan HK$992 juta, naik 29,3% tahun ke tahun, sementara perusahaan secara strategis mengurangi pesanan B2B online dengan margin rendah untuk memprioritaskan saluran ritel dan B2C dengan margin lebih tinggi.
Sa Sa Catat Pertumbuhan Penjualan Offline 31% di Hong Kong dan Makau
Bisnis offline Sa Sa mencapai penjualan HK$992 juta selama kuartal tersebut, naik 29,3% tahun ke tahun. Penjualan offline Hong Kong dan Makau tumbuh 31% tahun ke tahun, sementara penjualan offline Asia Tenggara mencapai HK$91,7 juta, naik 15,1% tahun ke tahun. Perusahaan menyatakan bahwa kinerja pertumbuhan offline ideal selama periode tersebut.
Sa Sa Kurangi Pesanan B2B Online untuk Meningkatkan Profitabilitas
Total penjualan online mencapai HK$187 juta, turun 2,9% tahun ke tahun. Sa Sa mengaitkan penurunan tersebut dengan pengurangan strategis pesanan B2B grosir dengan margin rendah, serta menyimpan persediaan untuk pesanan ritel offline dan B2C online dengan margin lebih tinggi. Perusahaan menyatakan bahwa profitabilitas bisnis online terus meningkat.
Sa Sa Berencana Membuka 6–7 Toko Baru di Hong Kong pada Paruh Pertama
Hingga akhir Juni, Sa Sa mengoperasikan 160 toko offline. Perusahaan akan membuka 6 hingga 7 toko baru di Hong Kong selama paruh pertama tahun fiskal saat ini untuk memenuhi permintaan konsumen.
FAQ
Berapa total pendapatan Sa Sa International untuk kuartal pertama yang berakhir pada Juni?
Sa Sa International melaporkan total pendapatan sebesar HK$1,179 miliar untuk kuartal pertama yang berakhir pada Juni, naik 22,9% tahun ke tahun.
Mengapa penjualan online Sa Sa menurun pada kuartal pertama?
Penjualan online Sa Sa turun 2,9% tahun ke tahun menjadi HK$187 juta karena perusahaan secara strategis mengurangi pesanan B2B grosir dengan margin rendah untuk menyimpan persediaan bagi pesanan ritel offline dan B2C online dengan margin lebih tinggi.