Menurut CEO Saudi Aramco, guncangan pasokan energi yang dimulai pada kuartal pertama 2026 merupakan gangguan global terbesar dalam sejarah. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pihaknya dapat meningkatkan produksi minyak mentah hingga kapasitas berkelanjutan maksimumnya sebesar 12 juta barel per hari dalam tiga minggu jika diperlukan. CEO menambahkan bahwa bahkan jika Selat Hormuz dibuka kembali hari ini, pasar tetap membutuhkan beberapa bulan untuk memulihkan keseimbangan.
Related News
FAO: Harga Minyak Nabati Melonjak 5,9% di Tengah Ketegangan Hormuz
KOSPI Korea Selatan dibuka naik 3,67% dan mencetak rekor tertinggi baru, SK Hynix melonjak 9,61% memimpin kenaikan, saham Asia beragam
Laba kuartal pertama Saudi Aramco melonjak 26%, CEO memperingatkan pasar minyak mentah baru akan pulih ke keseimbangan pasokan-permintaan pada tahun depan