Shinhan Financial Group menyetujui penerbitan obligasi subordinasi senilai 2.700 miliar won pada 23 Juli. Perusahaan berencana menerbitkannya pada paruh kedua dan dapat meningkatkan skalanya menjadi 4.000 miliar won berdasarkan hasil prakiraan permintaan. Tujuan yang dinyatakan adalah mempertahankan rasio permodalan yang stabil melalui tambahan modal Tier 1 serta memungkinkan refinancing yang fleksibel di tengah siklus kenaikan suku bunga. Ini merupakan penerbitan obligasi subordinasi kedua untuk perusahaan Korea tersebut tahun ini, setelah penawaran senilai 4.000 miliar won pada Maret.
Shinhan Financial Menetapkan Penerbitan Dasar 2.700 Miliar Won dengan Batas 4.000 Miliar Won
Shinhan Financial mengadakan rapat dewan pada 23 Juli dan memutuskan untuk menerbitkan 2.700 miliar won dalam obligasi subordinasi. Penerbitan dijadwalkan pada paruh kedua, dengan waktu dan suku bunga yang tepat masih belum ditentukan. Perusahaan menyusun kerangka kerja untuk mempertimbangkan peningkatan penerbitan hingga maksimum 4.000 miliar won, tergantung pada hasil prakiraan permintaan. Menurut sumber industri keuangan pada 24 Juli, perusahaan belum memfinalkan penggunaan dana secara spesifik, meskipun saat ini menelaah target merger dan akuisisi termasuk Lotte Insurance.
Rasio Modal BIS Berada di 15,74% per Akhir Juni
Rasio modal BIS Shinhan Financial berada di 15,74% per akhir Juni (perkiraan), turun sedikit dari 15,94% pada akhir tahun lalu. Obligasi subordinasi, meski secara hukum diklasifikasikan sebagai utang, diakui sebagai tambahan modal Tier 1 untuk tujuan akuntansi, sehingga berdampak pada peningkatan rasio kecukupan modal Bank for International Settlements. Perusahaan menyatakan pengelolaan rasio modal sebagai salah satu tujuan dari penerbitan tersebut.
Pejabat Perusahaan Menyatakan Fokus Refinancing dengan Strategi Waktu yang Fleksibel
Seorang pejabat Shinhan Financial menyatakan tidak ada masalah khusus yang mengharuskan pendanaan segera. Pejabat tersebut mengatakan bahwa jika dana darurat diperlukan, perusahaan akan terlebih dulu mempertimbangkan penerbitan utang subordinasi dengan suku bunga yang relatif lebih rendah. Pejabat menambahkan bahwa meskipun penerbitan memiliki karakter refinancing yang kuat, obligasi subordinasi diterbitkan dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan tidak selalu selaras dengan jadwal jatuh tempo, sehingga pencocokan tepat satu-satu menjadi sulit. Perusahaan holding keuangan dan bank umumnya menggunakan opsi call atas obligasi subordinasi lima tahun setelah penerbitan, lalu menerbitkan obligasi baru untuk refinancing, tetapi hal itu tidak tanpa syarat. Perusahaan mengelola dana secara fleksibel sesuai kondisi pasar, karena jatuh tempo obligasi korporasi dan commercial paper terjadi secara rutin serta kepemilikan kas dapat dimanfaatkan. Shinhan Financial sebelumnya menerbitkan obligasi subordinasi senilai 4.000 miliar won pada Maret untuk dana operasional (2.700 miliar won) dan pembayaran kembali utang (1.300 miliar won).
FAQ
Apa yang disetujui Shinhan Financial Group pada 23 Juli?
Shinhan Financial Group menyetujui penerbitan obligasi subordinasi senilai 2.700 miliar won dalam rapat dewan pada 23 Juli, dengan rencana berpotensi meningkatkan skalanya menjadi 4.000 miliar won berdasarkan hasil prakiraan permintaan dan menerbitkannya pada paruh kedua.
Mengapa Shinhan Financial menerbitkan obligasi subordinasi?
Perusahaan menyatakan tujuannya adalah mempertahankan rasio permodalan yang stabil melalui tambahan modal Tier 1 dan memungkinkan refinancing yang fleksibel di tengah siklus kenaikan suku bunga, bukan untuk menanggapi kebutuhan pendanaan segera.
Berapa rasio modal BIS Shinhan Financial saat ini?
Rasio modal BIS Shinhan Financial berada di 15,74% per akhir Juni (perkiraan), turun dari 15,94% pada akhir tahun lalu.