Menurut Beating, karyawan SK Hynix China baru-baru ini mengungkap adanya kesenjangan yang tajam dalam bonus akhir tahun dibandingkan kantor pusat. Sementara staf Korea bisa menerima bonus lebih dari 3 juta yuan berdasarkan kebijakan pembagian laba 10% perusahaan, bonus karyawan China jatuh di bawah 5% dari jumlah tersebut—sekitar 150 ribu yuan atau kurang. Seorang teknisi dengan lebih dari 10 tahun di divisi China menyatakan bonus puncaknya hanya mencapai 100 ribu yuan, dan pada 2023 turun menjadi nol.
Kesenjangan itu bersumber dari perbedaan struktural dalam kompensasi. Kantor pusat Korea menghitung bonus berdasarkan 12 bulan dari gaji pokok yang tinggi, sedangkan divisi China beroperasi dengan gaji pokok yang lebih rendah dan tanpa insentif saham. Para karyawan mencatat bahwa posisi manajemen didominasi oleh staf Korea, dengan anak usaha China diperlakukan terutama sebagai operasi manufaktur dan penjualan ketimbang entitas pembagian laba.
Related News
OpenAI mengizinkan karyawan menjual saham hingga 30 juta dolar AS, 600 orang sudah mencairkan 6,6 miliar
KOSPI Korea Selatan dibuka naik 3,67% dan mencetak rekor tertinggi baru, SK Hynix melonjak 9,61% memimpin kenaikan, saham Asia beragam
CEO Strategy: Pendapatan perangkat lunak Q1 2026 naik 12%, pertumbuhan cloud mencapai 59%