Menurut Asosiasi Investasi Keuangan Korea, pada 24 Juli, imbal hasil obligasi korporasi tanpa jaminan mencapai level tertinggi dalam sekitar 30 bulan. Obligasi 3 tahun berperingkat AA naik menjadi 4,653%, naik 4,2 basis poin, sekaligus menandai level tertinggi sejak 14 November 2023. Obligasi 3 tahun berperingkat BBB naik ke 10,450%, juga meningkat 4,2 basis poin dan mencapai puncak dalam 2 tahun 5 bulan. Kedua tingkat tersebut melonjak lebih dari 165 basis poin dibanding setahun lalu.
Kenaikan imbal hasil mencerminkan kenaikan harga minyak internasional setelah meningkatnya ketegangan AS-Iran, serta kenaikan suku bunga kebijakan terbaru oleh Bank of Korea. Sementara itu, penerbitan obligasi korporasi telah menyusut secara signifikan: penerbitan neto anjlok 86% year-to-date hingga 23 Juli, turun menjadi hanya 2,76 triliun won dari 19,71 triliun won pada periode yang sama tahun lalu. Selisih kredit antara obligasi korporasi dan surat berharga pemerintah melebar, karena pelaku pasar meminta premi risiko yang lebih tinggi di tengah ketidakpastian yang meningkat.