Menurut Maeil Business Newspaper, bursa Korea Selatan dan Bursa Efek New York berencana menandatangani memorandum of understanding (MoU) baru pada Agustus untuk mendukung dual listing AS-Korea, sistem penyelesaian bersama (shared settlement), perdagangan 24 jam, serta kerja sama untuk sekuritas berbasis token. Sebuah perusahaan sistem penyimpanan energi yang tercatat di AS dengan kapitalisasi pasar sekitar $800 juta sedang membahas pencatatan sekunder melalui Korean Depositary Receipts (KDR) di KOSDAQ, yang menandai kemungkinan pertama bagi listing bursa AS besar untuk menambahkan KDR di pasar Korea. Empat hingga lima perusahaan AS lainnya yang tercatat di AS juga sedang menelusuri pencatatan sekunder domestik.
Kolaborasi ini bertujuan untuk berbagi pengalaman AS dalam mempersingkat siklus penyelesaian dari T+2 menjadi T+1, yang telah diterapkan AS pada Mei 2024. Korea Selatan berencana merilis roadmap untuk penerapan penyelesaian T+1 pada Oktober.