Menurut data Bank of Korea yang dirilis pada 10 Juli, surplus dana perusahaan Korea Selatan mencapai rekor 20,8 triliun won di kuartal pertama 2026, meskipun investasi domestik menurun. Meski laba sektor semikonduktor tetap kuat, pendapatan perusahaan tidak cukup dialirkan kembali ke investasi lokal, melainkan tetap sebagian besar di luar negeri dan berkontribusi pada tingginya nilai tukar yang terus-menerus di tengah surplus neraca berjalan yang mencapai rekor.
Sementara itu, pasar keuangan Korea Selatan menunjukkan sinyal kelebihan panas. Rasio leverage keuangan—mengukur aset keuangan relatif terhadap aset riil—melebihi satu deviasi standar dari tren selama pertama kalinya sejak 2022 di kuartal pertama 2026. Menurut IBK Investment & Securities, kejadian seperti ini secara historis menandakan perlunya kehati-hatian dan kemungkinan penyesuaian strategi investasi.