Menurut Financial News, saldo pembiayaan margin Korea Selatan turun sekitar 5 triliun won pada Juli karena kondisi pasar yang volatil memicu likuidasi paksa. Saldo pembiayaan anjlok dari rekor 38,63 triliun won pada 24 Juni menjadi sekitar 33 triliun won pada akhir Juli, dengan perdagangan pembalikan dalam satu hari mencapai 142,2 miliar won.
Kekhawatiran tidak hanya meluas dari kerugian ritel, tetapi juga ke bank dan perusahaan pialang, karena margin yang belum dibayar melebihi 1,4 triliun won dan bank sentral menaikkan suku bunga acuan menjadi 2,75%. Para analis memperingatkan bahwa tingkat pemulihan dari penjualan jaminan—bukan sekadar ukuran saldo margin—kini menjadi risiko terbesar bagi stabilitas sektor keuangan.