Berjangka minyak mentah Brent melonjak melewati ambang batas 100 dolar AS per barel pada 25 Juli, menandai pertama kalinya sejak 22 Mei ketika meningkatnya ketegangan militer antara AS dan Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Saham perusahaan pengolahan asal Korea Selatan memanfaatkan kenaikan harga minyak mentah serta melebaranya margin pengolahan. S-Oil naik 42,11% pada bulan Juli, sedangkan GS dan SK Innovation masing-masing naik 43,74% dan 37,09%, mengungguli penurunan indeks KOSPI yang lebih luas sebesar 5,72% pada hari yang sama.
Sebaliknya, maskapai menghadapi hambatan akibat lonjakan biaya bahan bakar. Korean Air turun 7,62% pada bulan ini, sementara maskapai berbiaya hemat Trinity Air, Jin Air, Jeju Air, dan Asiana Airlines turun masing-masing 22,64%, 9,88%, 8,91%, dan 6,8%. Bahan bakar jet biasanya menyumbang sekitar 30% dari biaya operasional maskapai.