Menurut iM Securities pada 29 Juli, indeks KOSPI Korea Selatan turun 34% dari puncaknya dalam waktu sekitar satu bulan. Penarikan tersebut dinilai berlebihan oleh firma itu, mengingat belum ada tanda pelemahan pada ekspor semikonduktor. Analis riset Park Sang-hyun mencatat bahwa secara historis, koreksi besar KOSPI biasanya bertepatan dengan penurunan tajam pada pertumbuhan ekspor, namun kali ini penurunan tampaknya didorong oleh dinamika pasokan-permintaan dan ketidakpastian, bukan oleh fundamental.
Meski arus kas bebas (FCF) Hyperscaler menghadapi tekanan akibat belanja modal (capital expenditure) yang diperluas, arus kas operasi (OCF) terus bertumbuh sehingga risiko kredit tetap terbatas. Park menyatakan bahwa OCF dari lima Hyperscaler teratas diperkirakan mempertahankan pertumbuhan sekitar 20% pada tahun ini dan tahun depan, jauh berbeda dengan periode gelembung dot-com ketika OCF Cisco dan Intel sempat mandek atau menurun.