Menurut CEO Tether Paolo Ardoino, Tether baru-baru ini berinvestasi di LemFi, sebuah fintech yang didukung Y-Combinator dan berspesialisasi dalam pembayaran lintas negara. Nilai investasinya tidak diungkapkan. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, LemFi akan mengintegrasikan stablecoin USDT milik Tether sebagai lapisan penyelesaian transaksi di sejumlah koridor pembayaran utama di Afrika dan Asia, dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada jaringan tradisional seperti SWIFT serta menurunkan keterlambatan penyelesaian. LemFi, yang didirikan pada 2021, memiliki lebih dari 1 juta pelanggan dan telah menghimpun 85 juta dolar AS hingga saat ini, menurut pernyataan perusahaan.
Berita Terkait