Bank Sentral Uganda, Bank of Uganda, menerbitkan surat edaran pada 29 Mei yang menetapkan batas penarikan uang tunai baru dan pembatasan transaksi cek, berlaku mulai 1 Januari 2027. Bank sentral menetapkan plafon penarikan harian sebesar UGX50 juta (13.700 dolar AS) dan batas mingguan sebesar UGX250 juta (68.500 dolar AS) untuk nasabah perorangan, sedangkan pelaku usaha menghadapi batas harian UGX500 juta (137.000 dolar AS) dan plafon mingguan UGX2,5 miliar (685.000 dolar AS). Langkah ini bertujuan mempercepat transisi Uganda menuju ekonomi tanpa uang tunai dengan mengurangi ketergantungan pada mata uang fisik serta mendorong adopsi kanal pembayaran digital termasuk mobile money, internet banking, dan sistem settlement real-time. Otoritas pengatur keuangan Uganda memperketat kebijakan transaksi berbasis uang tunai seiring transaksi uang elektronik yang tumbuh 28% pada 2025 menjadi UGX366 triliun (100,3 miliar dolar AS), menandakan momentum yang lebih luas menuju infrastruktur keuangan digital-first.
Bank of Uganda Menetapkan Batas Penarikan Tunai untuk Individu dan Bisnis
Surat edaran Bank of Uganda pada 29 Mei yang dikirim ke bank komersial, institusi kredit, dan lembaga penerima simpanan mikrofinance menetapkan pembatasan penarikan bertingkat untuk kategori nasabah yang berbeda. Nasabah perorangan diizinkan menarik hingga UGX50 juta (13.700 dolar AS) per hari dan UGX250 juta (68.500 dolar AS) per minggu dalam transaksi tunai over-the-counter. Nasabah bisnis dan korporasi akan menghadapi plafon penarikan harian sebesar UGX500 juta (137.000 dolar AS) dan batas mingguan sebesar UGX2,5 miliar (685.000 dolar AS). Aturan baru berlaku mulai 1 Januari 2027.
Bank sentral menyatakan intervensi tersebut sejalan dengan komitmen strategisnya untuk mendorong lanskap keuangan modern yang digital-first dengan mendorong peralihan dari instrumen berbasis kertas tradisional ke kanal elektronik yang aman. Bank of Uganda mengumumkan pihaknya akan menjalankan kampanye sosialisasi publik yang komprehensif dan penyebaran informasi bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan selama masa transisi enam bulan.
Bank Sentral Menurunkan Ambang Batas Transaksi Cek di Berbagai Mata Uang
Bank of Uganda memperketat batas penggunaan cek di lima mata uang untuk semakin mengurangi pembayaran berbasis kertas. Nilai maksimum untuk cek berdenominasi shilling Uganda diturunkan dari UGX10 juta (2.740 dolar AS) menjadi UGX5 juta (1.370 dolar AS). Batas cek dolar AS dipangkas dari $2.750 menjadi $1.375, sementara batas cek euro akan turun dari €2.250 menjadi €1.125. Batas cek pound sterling dikurangi dari £2.200 menjadi £1.100, dan batas cek shilling Kenya dari KES 300.000 menjadi KES 150.000.
Transaksi Uang Elektronik Tumbuh 28% pada 2025
Data Bank of Uganda menunjukkan transaksi uang elektronik tumbuh 28% pada 2025 menjadi UGX366 triliun (100,3 miliar dolar AS), sementara volume transaksi meningkat 17,3% menjadi 9,1 miliar transaksi. Volume transaksi mobile money naik 21,1% menjadi 301,1 juta transaksi pada 2025, sedangkan nilai transaksi melonjak 40% menjadi UGX66,1 triliun (18,1 miliar dolar AS). Jumlah pelanggan mobile money aktif meningkat menjadi 36,3 juta, didukung oleh jaringan agen yang melebar 27,5% menjadi lebih dari 1,16 juta agen di seluruh negeri.
FAQ
Berapa batas penarikan uang tunai yang ditetapkan Bank of Uganda untuk nasabah perorangan?
Surat edaran Bank of Uganda pada 29 Mei menetapkan batas penarikan harian sebesar UGX50 juta (13.700 dolar AS) dan batas mingguan sebesar UGX250 juta (68.500 dolar AS) untuk nasabah perorangan, berlaku mulai 1 Januari 2027.
Mengapa bank sentral Uganda menurunkan batas transaksi cek?
Bank of Uganda menurunkan batas cek di beberapa mata uang untuk mencegah pembayaran berbasis kertas dan mendorong pergeseran ke kanal pembayaran elektronik yang aman sebagai bagian dari komitmennya untuk mendorong lanskap keuangan digital-first.
Seberapa besar transaksi mobile money tumbuh di Uganda pada 2025?
Volume transaksi mobile money naik 21,1% menjadi 301,1 juta transaksi pada 2025, sementara nilai transaksi melonjak 40% menjadi UGX66,1 triliun (18,1 miliar dolar AS), menurut data Bank of Uganda.