Menurut Madison Cartwright, analis di Australian Federal Bank, negosiasi AS-Iran tetap rapuh meski ada momentum diplomatik baru-baru ini. Dalam laporan risetnya, Cartwright menyatakan bahwa meski terdapat potensi kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, rincian kunci masih belum jelas. Analis tersebut mencatat bahwa kedua belah pihak baru-baru ini mengalami bentrokan militer skala kecil.
Cartwright menyoroti masih adanya pertanyaan yang belum terjawab mengenai skema transit, termasuk persyaratan asuransi untuk kapal dan kemungkinan biaya tol Iran. Namun, analis tersebut menyarankan bahwa AS memiliki insentif yang terbatas untuk melanjutkan permusuhan, setelah menunjukkan kesediaan untuk memberikan konsesi sambil tetap menjaga tekanan ekonomi dan politik.