Menurut CENTCOM AS, militer AS meluncurkan putaran kedua serangan udara terhadap Iran pada Rabu, 15 Juli (pukul 15.00 ET), hari kelima berturut-turut operasi militer yang menargetkan kemampuan militer Iran yang mengancam Selat Hormuz. CENTCOM menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan menangkis ancaman Iran terhadap kebebasan navigasi di jalur pelayaran global yang vital, yang dilakukan atas arahan Presiden Donald Trump.
Kementerian Kesehatan Iran melaporkan sedikitnya 35 kematian dan 300 cedera akibat serangan AS di Iran bagian selatan selama beberapa hari terakhir. Militer Iran mengatakan 13 rudal ditembakkan, menewaskan 7 personel militer Iran, dan berjanji akan melakukan balasan. Negosiator utama Iran sekaligus Ketua Parlemen, Mohammed Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa Iran “harus selalu siap tempur dan secara tegas mempertahankan keamanan serta kepentingan nasional”, meskipun sebelumnya telah ada perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani dengan Amerika Serikat.