Menurut NOWNEWS, pemerintahan Trump mengusulkan pelarangan model AI asal Tiongkok pada 29 Juli dengan alasan kekhawatiran keamanan dan kekhawatiran terkait kekayaan intelektual. Mereka menyebutkan risiko bahwa AI Tiongkok menggunakan teknik “distillation” untuk menyalin teknologi milik Amerika.
Namun, para akademisi menilai pelarangan tersebut akan sulit untuk ditegakkan. Dai Zhiyan, seorang peneliti di China Economic Research Institute, mengatakan kepada NOWNEWS bahwa meski pemerintah dapat membatasi akses berbasis cloud, perusahaan masih bisa mengunduh model secara lokal untuk penggunaan internal—sebanding dengan “mematikan keran air tetapi kesulitan memutuskan pipa-pipanya sepenuhnya.” Ia mencatat bahwa DeepSeek menghadapi pembatasan serupa tahun lalu, tetapi tetap digunakan oleh sebagian perusahaan di AS. Para ahli juga memperingatkan bahwa perusahaan mungkin mengabaikan risiko keamanan backdoor sambil berfokus pada akurasi inferensi dan biaya komputasi.