Kurs tukar USD-KRW naik 10,90 won menjadi 1.491,30 won dalam perdagangan semalam pada pukul 2:07 AM tanggal 18, dibandingkan penutupan siang hari Seoul pada sesi sebelumnya sebesar 1.480,40 won. Lonjakan ini dipicu meningkatnya ketegangan AS-Iran dan lonjakan tajam harga minyak internasional, yang mendorong sentimen menghindari risiko serta menguatkan dolar terhadap won. Kurs naik 12,80 won dari penutupan siang hari sebesar 1.478,50 won, mencerminkan meningkatnya permintaan aset safe-haven seiring risiko geopolitik yang menguat di Timur Tengah.
Kurs USD-KRW Melonjak 12,80 Won pada Sesi Semalam
Kurs USD-KRW masuk sesi New York sekitar 1.486 won dan mendapat tekanan ke atas saat ketegangan AS-Iran meningkat. Pada pukul 2:07 AM tanggal 18, kurs berada di level 1.491,30 won, menandai kenaikan 10,90 won dari penutupan siang hari sesi sebelumnya 1.480,40 won. Dibandingkan penutupan siang hari sesi saat ini sebesar 1.478,50 won, kurs melonjak 12,80 won.
Grafik perdagangan intraday USD-KRW [data Yonhap Infomax]
AS Mengirim Tanker Pengisian Ulang Udara Tambahan ke Israel
Media daring AS, Axios, melaporkan pada tanggal 18 bahwa Amerika Serikat memutuskan untuk menempatkan puluhan tanker pengisian ulang udara tambahan ke Israel. Langkah ini menandakan meningkatnya kesiapan militer di kawasan dan berkontribusi pada arus risk-off di pasar mata uang.
Minyak WTI Lompat 4,6% di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus diperdagangkan di kisaran $85 per barel, naik sekitar 4,6% dari sesi sebelumnya. Lonjakan harga minyak memperbesar kekhawatiran gangguan pasokan dan menambah tekanan ke atas pada kurs USD-KRW seiring biaya impor energi meningkat.
Pasar Saham AS Turun karena Sentimen Risk-Off
Ketiga indeks saham utama AS diperdagangkan lebih rendah. Indeks Nasdaq Composite yang sarat teknologi turun lebih dari 1%. Indeks Philadelphia Semiconductor, yang melacak saham terkait semikonduktor dan artificial intelligence (AI), bergerak relatif datar. Melemahnya pasar ekuitas memperkuat sentimen menghindari risiko dan berkontribusi pada pelemahan won.
Analis Menyebut Arus Safe-Haven dan Pemulihan Dolar
Elias Haddad, Global Head of Market Strategy di Brown Brothers Harriman (BBH), menyatakan: “Permintaan safe-haven muncul ketika pasar ekuitas global yang terpusat pada saham teknologi jatuh, dan gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz terus berlanjut. Dolar memulihkan sebagian kerugian minggu ini, dan imbal hasil obligasi pemerintah global turun sedikit.”
FAQ
Berapa nilai tukar USD-KRW per pukul 2:07 AM pada tanggal 18?
Kurs USD-KRW berada di 1.491,30 won per pukul 2:07 AM pada tanggal 18, naik 10,90 won dari penutupan siang hari sesi sebelumnya 1.480,40 won dan 12,80 won lebih tinggi daripada penutupan siang hari sesi saat ini 1.478,50 won.
Mengapa kurs USD-KRW melonjak dalam perdagangan semalam?
Kurs melonjak karena meningkatnya ketegangan AS-Iran, lonjakan 4,6% harga minyak mentah WTI ke kisaran $85 per barel, serta sentimen menghindari risiko yang dipicu pelemahan pasar ekuitas AS, terutama Indeks Nasdaq Composite yang turun lebih dari 1%.
Apa yang dikirim AS ke Israel menurut Axios?
Axios melaporkan pada tanggal 18 bahwa Amerika Serikat memutuskan untuk menempatkan puluhan tanker pengisian ulang udara tambahan ke Israel, yang menandakan meningkatnya kesiapan militer di tengah ketegangan Timur Tengah.