Gedung Putih meningkatkan upaya untuk mengamankan dukungan bagi Digital Asset Market Clarity Act dengan mengadakan diskusi dengan organisasi penegak hukum sementara para anggota parlemen bekerja menuju pemungutan suara di Senat terkait undang-undang tersebut. Pertemuan-pertemuan ini mencerminkan upaya pemerintahan untuk mengatasi kekhawatiran bahwa bagian-bagian dari RUU tersebut dapat melemahkan perlindungan terhadap keuangan ilegal sambil mempertahankan momentum untuk salah satu proposal regulasi cryptocurrency paling signifikan di Amerika Serikat.
Menyeimbangkan inovasi dan penegakan hukum
Pejabat pemerintahan dijadwalkan bertemu dengan perwakilan dari kelompok penegak hukum besar untuk membahas ketentuan terkait persyaratan anti pencucian uang dan perlindungan bagi pengembang perangkat lunak. Beberapa organisasi yang mewakili kepala polisi, sheriff, dan jaksa telah berpendapat bahwa pengecualian untuk layanan terdesentralisasi tertentu dapat mempersulit penyelidikan kejahatan keuangan yang melibatkan aset digital.
Gedung Putih tetap berpendapat bahwa undang-undang tersebut memperkuat pengawasan, bukan melemahkannya. Para pejabat berargumen bahwa RUU tersebut memberikan kejelasan regulasi yang sudah lama dibutuhkan bagi industri cryptocurrency sambil memperkenalkan standar kepatuhan yang lebih jelas untuk bursa dan bisnis aset digital lainnya. Revisi terbaru terhadap proposal juga telah berupaya mengatasi kekhawatiran penegakan hukum tanpa merusak kerangka kerja inovasi yang lebih luas.
Industri mendukung kejelasan regulasi
Dukungan untuk Clarity Act tetap kuat di seluruh sektor aset digital. Lebih dari 200 perusahaan cryptocurrency dan organisasi industri telah mendesak para anggota parlemen untuk membawa RUU tersebut ke pemungutan suara penuh di Senat, dengan argumen bahwa aturan federal yang jelas sangat penting untuk menjaga inovasi dan investasi blockchain di Amerika Serikat.
Para pendukung percaya bahwa undang-undang tersebut akan mendefinisikan tanggung jawab regulasi badan federal, mengurangi ketidakpastian bagi bisnis, dan mendorong investasi jangka panjang dalam aset digital. Para advokat industri juga berpendapat bahwa menunda RUU tersebut dapat membuat Amerika Serikat berada pada posisi persaingan yang tidak menguntungkan dibandingkan dengan yurisdiksi lain yang mengembangkan regulasi kripto yang komprehensif.
Negosiasi politik berlanjut
Meskipun dukungan industri yang luas, negosiasi terus berlanjut atas ketentuan terkait standar anti pencucian uang, keuangan terdesentralisasi, dan tanggung jawab pengembang. Beberapa anggota parlemen dan organisasi penegak hukum terus mencari perlindungan yang lebih kuat terhadap penyalahgunaan kriminal cryptocurrency sebelum mendukung pengesahan akhir.
Keterlibatan Gedung Putih dengan kelompok penegak hukum menandakan upaya untuk membangun konsensus yang lebih luas saat Senat mempertimbangkan undang-undang tersebut. Apakah diskusi tersebut mengarah pada amandemen tambahan dapat menentukan jalannya RUU dalam beberapa minggu mendatang.