Kurs pertukaran won–dolar bertahan di kisaran akhir 1.400-an menjelang acara FOMC

Key Takeaways
  • Kurs tukar won-dolar ditutup pada 1.459,9 won pada 25 Mei, turun 27,5 won dibanding pekan sebelumnya.
  • Indeks dolar tetap bertahan di atas 101 karena ketegangan geopolitik AS-Iran yang terus menopang permintaan aset safe-haven.
  • Lee Jin-kyung memperkirakan penguatan won berdasarkan ekspor semikonduktor dan kenaikan suku bunga Bank of Korea.

Kurs tukar won-dollar diperkirakan akan terus berfluktuasi dalam kisaran won 1400an tengah hingga akhir, karena kondisi pasokan-permintaan yang menguntungkan tetap bertahan di pasar valuta asing, dengan tingkat penutupan mingguan berada di 1459,9 won pada 25 Mei, turun 27,5 won dari minggu sebelumnya. Pelaku pasar menunggu peristiwa Komite Pasar Terbuka Federal AS (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung pada pekan tersebut. Dolar tetap menguat secara luas, dengan indeks dolar bertahan di atas 101, didorong oleh ketegangan geopolitik AS dan Iran yang berkelanjutan yang mempertahankan permintaan safe-haven.

Serangan Militer AS ke Fasilitas Iran di Tengah Ketegangan Geopolitik

Pasukan AS menyerang fasilitas militer di seluruh Iran pada 24 Mei, menargetkan lokasi dari kota selatan Abadz hingga Provinsi Gilan di bagian utara sepanjang pesisir Laut Kaspia, menurut Reuters dan Bloomberg. Serangan terjadi segera setelah Presiden Trump memperingatkan bahwa "Iran dan para pemberontak Houthi belum merasakan penderitaan yang cukup" serta mengancam "hukuman militer besar-besaran." Konflik geopolitik telah mempertahankan preferensi terhadap aset safe-haven, mendukung posisi indeks dolar di atas 101.

Peristiwa FOMC dan Data PDB AS Q2 Dijadwalkan pada Pekan Ini

Pasar menunggu peristiwa FOMC yang dijadwalkan berlangsung pada pekan tersebut. Pada 30 Mei, AS akan merilis data awal PDB Q2. Perhatian pasar tertuju pada pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dan arah ekonomi AS.

Perkiraan Analis: Kekuatan Won Ditopang Faktor Pasokan-Permintaan Domestik

Lee Jin-kyung, peneliti di Shinhan Investment & Securities, menyatakan bahwa "tekanan dolar kuat dari luar serta ketidakpastian makro seperti kenaikan harga minyak dan suku bunga adalah faktor yang mendorong won-dollar ke atas," tetapi menambahkan bahwa "perluasan surplus rekening berjalan karena ekspor semikonduktor yang kuat, masuknya volume negosiasi ekspor, serta berlanjutnya siklus kenaikan suku bunga Bank of Korea akan mendukung tekanan ke bawah." Lee juga mencatat bahwa "karena suku bunga berada di atas awal 1400-an yang diperkirakan sebagai suku bunga yang sesuai dalam hal kurs efektif riil, kekuatan won diperkirakan memiliki keunggulan berdasarkan faktor domestik."

FAQ

Berapa kurs tukar won-dollar yang ditutup pada 25 Mei?
Kurs tukar won-dollar ditutup pada 1459,9 won pada 25 Mei, turun 27,5 won dari minggu sebelumnya.

Apa yang dilakukan militer AS pada 24 Mei?
Pasukan AS menyerang fasilitas militer di seluruh Iran pada 24 Mei, menargetkan lokasi dari Abadz di selatan hingga Provinsi Gilan di utara sepanjang pesisir Laut Kaspia, menurut Reuters dan Bloomberg.

Mengapa analis memperkirakan won menguat?
Lee Jin-kyung dari Shinhan Investment & Securities menyebut perluasan surplus rekening berjalan akibat ekspor semikonduktor yang kuat, masuknya volume negosiasi ekspor, serta berlanjutnya siklus kenaikan suku bunga Bank of Korea sebagai faktor yang mendukung kekuatan won berdasarkan kondisi pasokan-permintaan domestik.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar