Menurut CEO Saudi Aramco Amin Nasser, kontrak berjangka minyak mentah WTI naik melewati $99 per barel pada Selasa ketika ketegangan geopolitik meningkat terkait risiko penutupan Selat Hormuz. Presiden Trump menolak usulan perdamaian terbaru dari Iran, dengan alasan kekhawatiran bahwa perjanjian gencatan senjata berada dalam “ketidakpastian”, sehingga memperbesar kekhawatiran gangguan berkepanjangan pada jalur pengiriman penting tersebut. Nasser memperingatkan bahwa pasar kehilangan sekitar 100 juta barel pasokan minyak setiap minggu, dan menambahkan bahwa gangguan pasokan yang berlangsung lebih lama dapat menunda normalisasi pasar hingga tahun depan.
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke
Penafian.
Artikel Terkait
Persediaan Minyak Mentah Komersial Jepang Menurun Sebesar 275.467 Ribu Liter untuk Pekan 9 Mei
Menurut Japan Petroleum Association (PAJ), persediaan minyak mentah komersial Jepang turun 275.467 ribu liter menjadi 8.409.487 ribu liter untuk pekan yang berakhir pada 9 Mei, dibanding 8.684.954 ribu liter pada pekan sebelumnya. Pemanfaatan kapasitas operasi kilang PAJ (BPSD) berada di 78,0% untuk pekan tersebut, turun dari 82,3% sebelumnya, sementara pemanfaatan kapasitas desain (BPCD) turun menjadi 73,3% dari 77,3%.
GateNews40menit yang lalu
Pengemudi Truk India Tidak Bisa Menemukan Solar di 16 Stasiun Jarak Lebih dari 80 km pada 13 Mei
Berdasarkan data Jin10, pada 13 Mei, para sopir truk di India menghadapi tantangan serius dalam pasokan bahan bakar, dengan satu sopir truk batu bara menempuh hampir 80 kilometer dan mengecek 15–16 stasiun pengisian bahan bakar tanpa menemukan solar. Sopir itu akhirnya terpaksa berhenti karena tangki bahan bakarnya hampir kosong. Seorang manajer stasiun bahan bakar menyatakan bahwa stasiun biasanya hanya mampu memenuhi sekitar sepertiga dari permintaan sebelum bahan bakar habis. Kekurangan terse
GateNews55menit yang lalu
Futures Lithium Karbonat Turun Lebih dari 4% Dalam Sehari ke 197.520 Yuan/Ton
Menurut Glontech, futures litium karbonat turun lebih dari 4% secara intraday pada 13 Mei, menjadi 197.520 yuan per ton. Kontrak sempat naik hampir 2% lebih awal di sesi sebelum berbalik arah.
GateNews1jam yang lalu
Saham AI turun membuat Nasdaq melemah 0,7%, sementara minyak mentah Brent naik hingga 107 dolar AS
Menurut CommBank pada 13 Mei, pergerakan pasar saham AS pada Selasa beragam: indeks Nasdaq turun 0,7% dari level tertinggi sepanjang masa, ditutup pada 26.088,20 poin; indeks S&P 500 turun 0,2%, ditutup pada 7.400,96 poin; indeks Dow Jones naik 0,1%, ditutup pada 49.760,56 poin. Minyak Brent pada hari yang sama ditutup menguat 3,4% menjadi 107,77 dolar AS per barel. Saham terkait AI anjlok: Intel, Micron Technology, CoreWeave memimpin pelemahan Menurut CommBank, pada Selasa saham terkait AI memi
MarketWhisper1jam yang lalu
Litium karbonat kelas baterai naik menjadi 201.350 yuan/ton hari ini, naik 1.900 yuan
Menurut Shanghai Steel Union, harga tengah lithium karbonat grade baterai (MMLC) mencapai 201.350 yuan per ton pagi ini, naik 1.900 yuan dari harga penutupan sebelumnya hari sebelumnya pukul 16:30.
GateNews1jam yang lalu
Futures Minyak Mentah WTI Turun 0,69%, Gas Alam AS Turun 0,70% pada 13 Mei
Menurut Jin 10 Futures, pada pukul 09:30 waktu Beijing pada 13 Mei, futures minyak mentah WTI turun 0,69%, sementara futures gas alam AS turun 0,70%.
GateNews2jam yang lalu