Pemegang Kripto Korea Muda Menganggap Masyarakat Tidak Adil, Temuan Studi

Institut Futures Majelis Nasional Korea Selatan mempublikasikan sebuah laporan penelitian pada tanggal 21 yang menunjukkan bahwa para pemegang aset digital muda memandang masyarakat Korea jauh lebih tidak adil dibandingkan non-pemegang. Studi tersebut mensurvei 5.000 rumah tangga dengan individu berusia 19 hingga 39 tahun, menemukan pemegang aset digital memperoleh skor 2,25 untuk persepsi keadilan dibanding 2,38 untuk non-pemegang, serta lebih kuat mengaitkan kemiskinan dengan struktur sosial ketimbang usaha individu. Para peneliti melakukan analisis ini karena partisipasi kaum muda dalam saham dan aset digital telah meluas, dengan mengkaji korelasi antara perilaku kepemilikan aset dan karakteristik sosioekonomi.

Pemegang Aset Digital Skor Lebih Rendah pada Persepsi Keadilan dan Kemiskinan

Pemegang aset digital mencatat skor persepsi keadilan 2,25 poin pada skala 4 poin, di mana 1 mewakili “sama sekali tidak adil” dan 4 mewakili “sangat adil”. Ini dibandingkan 2,38 poin untuk non-pemegang, 2,35 poin untuk pemegang saham dan reksa dana, serta 2,36 poin untuk pemegang rekening tabungan kebijakan. Pada persepsi penyebab kemiskinan yang diukur pada skala 9 poin, di mana 1 menunjukkan “struktur sosial yang tidak adil” dan 9 menunjukkan “ketidakmampuan dan ketidaksediaan individu”, pemegang aset digital memperoleh 4,46 poin. Non-pemegang memperoleh 4,85 poin, pemegang saham dan reksa dana 4,76 poin, serta pemegang tabungan kebijakan 4,91 poin. Skor yang lebih rendah mengindikasikan pengaitan kemiskinan yang lebih kuat pada penyebab struktural dibanding faktor individu.

Institut tersebut menyatakan bahwa pemegang aset digital dapat ditafsirkan sebagai mencari jalur pembentukan aset baru karena mereka memandang struktur sosial Korea sebagai tidak adil dan meyakini bahwa semata-mata usaha individu membuat pencapaian hasil menjadi sulit. Para peneliti menambahkan bahwa individu yang memandang pencapaian sosial atau pembentukan aset sebagai sulit hanya melalui kemampuan atau kemauan semata dapat menunjukkan minat pada instrumen investasi yang dapat mengurangi kesenjangan aset dalam periode singkat meskipun risikonya tinggi.

Analisis Regresi Mengonfirmasi Signifikansi Statistik Kepemilikan Aset Digital

Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa status kepemilikan aset digital saja memperlihatkan korelasi yang signifikan secara statistik dengan persepsi keadilan. Bahkan setelah mengendalikan karakteristik sosioekonomi, pemegang aset digital menunjukkan tingkat persepsi keadilan yang secara signifikan lebih rendah dibanding non-pemegang. Institut tersebut menjelaskan bahwa dalam kelompok usia muda dengan status sosioekonomi yang serupa, termasuk pendapatan, pekerjaan, dan tingkat pendidikan, pemegang aset digital mungkin memiliki persepsi yang relatif lebih kritis terhadap struktur sosial dibanding non-pemegang.

Studi tersebut menemukan bahwa aset digital, bersama saham dan dana, menunjukkan tingkat kepemilikan yang lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Pendapatan yang lebih tinggi berkorelasi dengan peningkatan tingkat kepemilikan aset digital. Namun, keterkaitan dengan sumber daya sosioekonomi yang sudah ada tampak terbatas. Institut tersebut mencatat bahwa tingkat pendidikan dan status kepemilikan properti tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kepemilikan aset digital, yang menunjukkan mekanisme partisipasi yang berbeda dibanding saham dan reksa dana.

Warga Seoul dan Kaum Pria Menunjukkan Tingkat Kepemilikan Aset Digital Lebih Tinggi

Probabilitas kepemilikan aset digital tampak sekitar 2,6 kali lebih tinggi di Seoul dan sekitar 1,5 kali lebih tinggi di wilayah ibu kota yang lebih luas, yang mengungkap adanya perbedaan struktur antara wilayah ibu kota dan non-ibu kota. Kaum pria menunjukkan probabilitas kepemilikan aset digital yang 43% lebih tinggi dibanding perempuan. Individu yang sudah menikah menunjukkan probabilitas kepemilikan sekitar 1,6 kali lebih tinggi dibanding individu yang belum menikah.

National Assembly Futures Institute beroperasi sebagai lembaga penelitian di bawah Majelis Nasional yang meramalkan dan menganalisis strategi pembangunan nasional jangka menengah hingga panjang serta perubahan lingkungan masa depan.

FAQ

Berapa skor persepsi keadilan yang dicatat pemegang aset digital muda dalam studi tersebut?
Pemegang aset digital muda di Korea Selatan mencatat skor persepsi keadilan 2,25 poin pada skala 4 poin, dibanding 2,38 poin untuk non-pemegang, menurut laporan National Assembly Futures Institute yang diterbitkan pada tanggal 21.

Berapa banyak rumah tangga yang disurvei oleh National Assembly Futures Institute untuk penelitian ini?
Lembaga tersebut mensurvei 5.000 rumah tangga yang berisi individu berusia 19 hingga 39 tahun yang tinggal di rumah tangga umum di Korea Selatan untuk meneliti hubungan antara pola kepemilikan aset keuangan dan persepsi sosial di kalangan kaum muda.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar