Profesor Harvard Avi Loeb telah diangkat ke Dewan Penasehat Ilmiah dari newly established UAP Governance Board milik Donald Trump, yang mengadakan rapat perdana pada Selasa lalu. Penunjukan ini membawa astrofisikawan kontroversial itu—yang dikenal karena mengemukakan bahwa objek antarplanet bisa jadi teknologi pengawasan alien—ke upaya Gedung Putih untuk menyelidiki fenomena anomali yang tak teridentifikasi. Satuan tugas tersebut dibentuk berdasarkan arahan presiden tentang transparansi UAP, dikoordinasikan oleh Office of the Director of National Intelligence untuk menanggapi potensi kekhawatiran keamanan nasional.
Struktur Satuan Tugas Berfokus pada Koordinasi Intelijen Lintas Instansi
UAP Governance Board bertujuan menyatukan lembaga intelijen, cabang militer, penegak hukum, dan organisasi sipil untuk menyelidiki potensi risiko keamanan nasional di ruang udara AS. Menurut seorang sumber internal ODNI, tujuan utama adalah koordinasi lintas instansi untuk menghadapi fenomena yang belum teridentifikasi. Operasi ini berjalan dengan anggaran nol dan akan secara ketat menelaah berkas yang telah dibebaskan untuk deklasifikasi. Science Advisory Council, yang Loeb disebut-sebut akan memimpin, berfungsi sebagai sub-unit khusus di dalam struktur tata kelola yang lebih luas.
Loeb Merakit Tim Ilmiah untuk Menganalisis Data UAP yang Dideklasifikasi
Loeb mengatakan kepada New York Post bahwa lembaga pemerintah tidak memiliki ilmuwan kelas utama yang dibutuhkan untuk memisahkan fenomena yang kredibel dari salah identifikasi. "Pemerintah bukan organisasi ilmiah. Mereka tidak punya ilmuwan kelas utama. Jadi kita bisa membantu mereka mencari tahu," kata Loeb. Ia menambahkan bahwa jika data yang ada terbukti tidak cukup, tim dapat memberi nasihat tentang apa yang perlu dikumpulkan di masa depan. Dewan itu akan menelaah kasus-kasus termasuk insiden 2023 di Cheyenne Mountain, Colorado, di mana sebuah orb besar diduga melepaskan objek-objek yang lebih kecil di atas pangkalan militer. Loeb mencatat bahwa All-domain Anomaly Resolution Office melaporkan 40 persen dari fenomena yang diamati tidak dapat dijelaskan oleh teknologi AS yang dikenal atau teknologi dari pihak lawan.
Tim Berisi Para Skeptis dan Veteran Militer
Loeb telah merakit tim yang menampilkan skeptis Michael Shermer, Dr Gary Nolan dari Stanford, akademisi UAP Dr Kevin Knuth dan Dr Matthew Szydagis, serta Laksamana Muda (pensiunan) Gallaudet. Gallaudet, veteran militer yang mendapat penghargaan dan telah mendorong transparansi UAP, menyatakan: "Saya sangat senang dan tidak terkejut karena saya sudah menyerukan agar pihak eksekutif memprioritaskan UAP selama bertahun-tahun." Loeb sebelumnya menuai kontroversi di komunitas ilmiah dengan menyarankan bahwa objek antarplanet 3I/Atlas mungkin adalah kapal induk alien yang dikerahkan untuk menjatuhkan probe ke Bumi.
FAQ
Apa peran Profesor Avi Loeb dalam satuan tugas UFO milik Trump?
Profesor Avi Loeb telah diangkat ke Science Advisory Council dari UAP Governance Board, sebuah unit khusus yang dibentuk untuk menyelidiki fenomena anomali yang tak teridentifikasi. Ia disebut-sebut akan memimpin dewan tersebut, yang mengadakan rapat perdana pada Selasa lalu.
Siapa saja anggota Science Advisory Council?
Tim ini mencakup skeptis Michael Shermer, Dr Gary Nolan dari Stanford, akademisi UAP Dr Kevin Knuth dan Dr Matthew Szydagis, serta Laksamana Muda (pensiunan) Gallaudet. Dewan ini beroperasi dengan anggaran nol dan menelaah berkas UAP yang dideklasifikasi.