Joshua Crabb, Kepala Ekuitas Asia-Pasifik di Robeco Asset Management, dan Chris Berkouwer, Manajer Portofolio Ekuitas Global di Robeco, memaparkan prospek pasar saham global mereka dalam sebuah pengarahan yang digelar pada pagi 14 Mei di Yeouido, Seoul. Para eksekutif merekomendasikan agar investor melakukan diversifikasi dari posisi terkonsentrasi pada beberapa saham teknologi menjadi pasar Asia yang dinilai murah serta sektor non-teknologi termasuk kesehatan, barang konsumen, dan sektor keuangan. Taklimat tersebut membahas kondisi pasar saat ini ketika bobot investasi telah menjadi terlalu terkonsentrasi pada saham-saham teknologi tertentu, meski momentum terkait AI masih berlanjut. Crabb menyatakan bahwa meskipun selera risiko tetap kuat di pasar ekuitas global dan revisi prospek pendapatan perusahaan tergolong solid, investor sebaiknya mengurangi eksposur pada saham yang mengalami kenaikan cepat serta memperluas ke sektor-sektor yang belum mendapat perhatian pasar.
Robeco Mengidentifikasi Keunggulan Penilaian di Pasar Asia
Crabb menilai bahwa valuasi pasar saham Asia masih menarik. Ia menjelaskan bahwa saham AS memiliki ruang terbatas untuk revaluasi lebih lanjut, sementara pasar Asia memiliki potensi revaluasi. Saham teknologi Korea dan Taiwan memimpin revisi kenaikan pada prospek pendapatan untuk pasar berkembang Asia, dengan Jepang turut berkontribusi. Crabb menyatakan bahwa persoalan utamanya bukan perlambatan margin laba usaha itu sendiri, melainkan seberapa cepat penurunannya, dengan menekankan bahwa yang terpenting adalah apakah penurunan pendapatan yang cepat akan berujung pada resesi ekonomi.
Siklus Investasi AI Meluas dari GPU ke AI Fisik
Para eksekutif Robeco memproyeksikan bahwa siklus investasi AI meluas dari unit pemrosesan grafis (GPU) ke high bandwidth memory (HBM), robotika, dan otomasi—area yang mereka sebut sebagai “AI fisik” (physical AI). Ekspansi ini diharapkan dapat memperluas cakupan perusahaan yang menjadi penerima manfaat di Korea dan Taiwan. Berkouwer menyatakan bahwa ekspektasi terkait AI dan prospek pendapatan tetap kuat, dan lintasan pertumbuhan akan terus berlanjut selama beberapa tahun ke depan. Ia menegaskan bahwa rekomendasi tersebut tidak berarti meninggalkan investasi AI sepenuhnya.
Robeco Merekomendasikan Strategi Diversifikasi Portofolio
Crabb memperingatkan bahwa konsentrasi pada saham teknologi global memerlukan kehati-hatian. Ia menyatakan bahwa ketika AI mendapat tekanan, peluang di sektor lain seperti barang konsumen, kesehatan, dan keuangan dapat menjadi lebih menonjol, seraya menambahkan bahwa investor perlu memasukkan perusahaan dengan pertumbuhan laba yang solid meskipun relevansi AI langsungnya rendah. Berkouwer mengungkapkan bahwa Robeco telah mengurangi posisi pada saham yang melonjak cepat dalam beberapa bulan terakhir dan memperbesar eksposur ke sektor termasuk kesehatan. Ia menjelaskan bahwa investor sebaiknya mempertahankan eksposur ke AI sembari mengambil sebagian keuntungan dan melakukan diversifikasi ke perusahaan yang belum mendapat perhatian pasar.
Kekuatan Pasar Korea Meluas Melewati Semikonduktor
Crabb menyoroti daya saing Korea yang melampaui semikonduktor. Ia menyatakan bahwa performa ekspor Korea yang kuat tidak dapat dijelaskan hanya oleh chip semikonduktor, dengan menilai bahwa pertumbuhan ekspor pada trafo (transformers), galangan kapal (shipbuilding), dan robotika akan memberi manfaat bagi pasar saham. Eksekutif tersebut menyarankan bahwa jika momentum kenaikan saham-saham utama berbasis AI melambat, kebijakan peningkatan nilai perusahaan seperti dividen dan pembelian kembali saham dapat kembali menarik perhatian. Berkouwer menganalisis bahwa volatilitas tinggi belakangan di pasar saham Korea bersumber dari momentum harga dan menguatnya sentimen investor, bukan dari pendapatan perusahaan, serta memperingatkan bahwa revisi penurunan aktual pada prospek pendapatan perusahaan akan menjadi sinyal risiko yang lebih serius.
FAQ
Apa yang direkomendasikan Robeco dalam pengarahan pada 14 Mei di Seoul?
Para eksekutif Robeco merekomendasikan agar investor melakukan diversifikasi dari posisi terkonsentrasi pada sejumlah saham teknologi ke pasar Asia yang dinilai murah dan sektor non-teknologi termasuk kesehatan, barang konsumen, dan keuangan. Mereka menyarankan untuk mengurangi eksposur pada saham yang naik cepat sambil tetap mempertahankan investasi AI namun dengan merealisasikan sebagian keuntungan.
Mengapa Robeco memandang pasar saham Asia sebagai menarik?
Crabb menyatakan bahwa saham AS memiliki ruang terbatas untuk revaluasi lebih lanjut, sementara pasar Asia memiliki potensi revaluasi. Ia mencatat bahwa saham teknologi Korea dan Taiwan memimpin revisi prospek pendapatan ke atas untuk pasar berkembang Asia, dan valuasi Asia tetap menarik dibandingkan dengan pasar AS.