Yuanta Securities, perusahaan sekuritas terbesar di Taiwan berdasarkan volume perdagangan, dan Fubon Securities sedang mencari pinjaman sindikasi senilai sekitar NT$30 miliar (955 juta dolar AS) untuk membiayai modal kerja, karena reli pasar saham meningkatkan kebutuhan pembiayaan bagi investor, menurut Bloomberg. Yuanta membahas sekitar NT$10 miliar (318 juta dolar AS) dan Fubon hingga NT$20 miliar (636 juta dolar AS), dengan kedua fasilitas diperkirakan berlangsung selama tiga tahun, meskipun pembicaraan masih berjalan dan ketentuan dapat berubah.
Yuanta mengatakan pinjaman tersebut masih dalam evaluasi, sementara Fubon menyatakan bertindak sesuai aturan yang berlaku. Komisi Pengawas Keuangan Taiwan (Financial Supervisory Commission), regulator keuangan utama di pulau itu, sedang mempertimbangkan pelonggaran batas pinjaman untuk perusahaan sekuritas, yang dapat membebaskan NT$757 miliar (24,1 miliar dolar AS) hingga NT$1,51 triliun (48 miliar dolar AS) dalam kapasitas pinjaman tambahan. Jika pelonggaran terjadi, hal itu kemungkinan disertai aturan modal yang lebih ketat, termasuk tekanan untuk penyuntikan modal dan persyaratan minimum kecukupan modal. Pejabat khawatir perusahaan sekuritas telah membagikan laba sebagai dividen alih-alih mempertahankan lebih banyak laba untuk memperkuat neraca mereka selama reli pasar.
Reli saham berbasis AI di Taiwan telah membantu menjadikan pasar tersebut sebagai yang terbesar keenam di dunia, tetapi lonjakan di balik pembiayaan investor terkonsentrasi pada sekelompok kecil saham, sehingga memunculkan risiko bagi sistem keuangan. Indeks Saham Berbobot Kapitalisasi Taiwan (TAIEX), tolok ukur saham utama di pulau itu, baru-baru ini menembus lebih dari 42.000 poin, dengan beberapa perusahaan memimpin kenaikan. Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) menyumbang lebih dari 40% dari nilai pasar indeks, artinya saham yang dijadikan jaminan untuk pinjaman investor mungkin sangat terkait dengan nasib sektor perangkat keras AI global. Penurunan tajam pada TSMC atau industri AI yang lebih luas dapat menurunkan nilai jaminan dan memaksa investor serta perusahaan sekuritas memangkas pinjaman dengan cepat, yang akan menambah risiko stabilitas keuangan.