Menurut perusahaan keamanan siber Cyble, trojan Android baru yang ditemukan bernama OverlayPhantom telah menargetkan lebih dari 180 aplikasi perbankan, keuangan, dan kripto di 10 negara sejak Mei 2025. Malware ini didistribusikan melalui URL berbahaya yang menyamar sebagai aplikasi tepercaya, termasuk ID Austria dan TikTok.
Setelah terpasang, OverlayPhantom menyamar sebagai Google Play Services dan menyalahgunakan Layanan Aksesibilitas Android untuk mendapatkan kendali perangkat. Trojan ini menampilkan overlay palsu yang dirancang untuk meniru aplikasi yang sah, serta menangkap nama pengguna, kata sandi, detail kartu, dan PIN. Cyble mengatakan trojan ini dapat menjalankan lebih dari 30 perintah jarak jauh, melakukan streaming layar secara real-time, dan mengeluarkan kredensial yang berhasil dipanen. Negara yang terdampak meliputi Amerika Serikat, Australia, Jerman, Prancis, Belgia, Finlandia, Belanda, Italia, Spanyol, dan Britania Raya.