CEO Bidax Mendesak Sistem Penitipan Ganda untuk Pajak Aset Digital di Korea Selatan

Pada 23 Juli, CEO Bidax, Ryu Hong-yeol, mengusulkan sistem pelaporan ganda untuk perpajakan aset digital dalam sebuah konferensi di Majelis Nasional Korea Selatan, dengan alasan bahwa hanya mengandalkan data dari bursa tidak cukup untuk penegakan pajak yang efektif.

Ryu menyatakan bahwa lembaga kustodian independen dan bursa harus masing-masing mengelola serta menyediakan kumpulan data yang terpisah, yang akan diverifikasi silang oleh otoritas pajak untuk memastikan pemungutan pajak yang transparan dan akurat. Ia menambahkan bahwa apabila hanya 5% ekuitas perusahaan publik di dalam negeri diinvestasikan pada aset digital, aset kustodian potensial dapat mencapai sekitar 75 triliun won Korea, sehingga menyoroti potensi pertumbuhan pasar seiring meningkatnya partisipasi institusional.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar