BIS Memperingatkan Risiko Pasar Stablecoin karena USDT dan USDC Mendominasi $320B Sektor

Menurut Laporan Tahunan Ekonomi 2026 Bank for International Settlements (BIS) yang dirilis pada Juni, pasar global stablecoin senilai sekitar $320 miliar per Mei 2026 membawa risiko struktural yang signifikan. Laporan tersebut mencatat bahwa 99,4% stablecoin berbasis fiat berdasarkan nilai pasar dipatok terhadap dolar AS, dengan USDT milik Tether dan USDC milik Circle mendominasi sektor tersebut. BIS memperingatkan bahwa stablecoin saat ini tidak memiliki landasan institusional dan lebih menyerupai saham exchange-traded fund ketimbang uang yang benar-benar fungsional. Kekhawatiran tambahan mencakup aktivitas on-chain ilegal akibat transfer blockchain yang bersifat permissionless serta potensi penjualan paksa cadangan surat utang (Treasury bill) yang menjadi penopang stablecoin, yang dapat menyalurkan tekanan ke pasar uang. Laporan ini menyoroti risiko dolarization di negara berkembang, yang memungkinkan rumah tangga menghindari kontrol modal. Alih-alih melarang stablecoin, BIS merekomendasikan perbaikan kelemahan struktural dengan mengintegrasikan teknologi blockchain dengan uang tokenized yang berlabuh pada cadangan bank sentral.
Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar