Menurut Citrini Research, perusahaan riset pasar tersebut memprediksi pada 16 Juli bahwa kekurangan DRAM global akan mencapai 28,7EB pada 2030—setara dengan 18% dari total permintaan—dibanding kapasitas global saat ini yang sekitar 40EB.
Pada 2030, permintaan DRAM global (termasuk HBM) diperkirakan sebesar 157,5EB, sementara pasokan hanya 128,8EB. DRAM standar menghadapi hambatan terbesar: pasokan diproyeksikan 91EB per tahun, tetapi permintaan mencapai 120EB. Akibatnya, rasio kekurangan melebar dari saat ini 18% menjadi sekitar 25%. Meski ekspansi kapasitas terus berlanjut oleh Samsung, SK Hynix, Micron, dan produsen China, meningkatnya permintaan infrastruktur AI dapat dengan cepat menyerap produksi baru. Harga jual rata-rata DRAM (ASP) diperkirakan tetap tinggi di kisaran $1,5–2 per Gb, sehingga memberikan tekanan berkelanjutan pada biaya memori server, PC, dan konsumen.