CME Group bersiap mengambil langkah hukum terhadap Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) terkait kontrak perpetual futures. Operator bursa itu berencana mendaftarkan gugatan pada Kamis. Sengketa ini berawal dari keputusan CFTC bulan lalu untuk menyetujui kontrak perpetual bitcoin sebagai produk futures, termasuk persetujuan untuk Kalshi dan Coinbase Financial Markets. CME berpendapat bahwa perpetual futures seharusnya diklasifikasikan sebagai swap di bawah Undang-Undang Dodd-Frank, bukan sebagai kontrak futures tradisional.
Perpetual futures, yang sering disebut “perps”, adalah derivatif yang memungkinkan trader berspekulasi terhadap pergerakan harga aset tanpa kepemilikan langsung. Berbeda dengan kontrak futures konvensional, perpetual futures tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, sehingga populer di kalangan trader kripto.
CEO CME Terrence Duffy mengatakan bahwa CME meyakini kontrak tersebut dikategorikan secara keliru dan bahwa isu ini menjadi dasar tantangan hukum perusahaan. Berbicara kepada CNBC, Duffy menekankan bahwa CME menanggapi masalah ini dengan serius dan siap menantang posisi regulator tersebut di pengadilan.
Gugatan ini berpusat pada argumen bahwa perpetual futures seharusnya diklasifikasikan sebagai swap di bawah Undang-Undang Dodd-Frank, bukan sebagai kontrak futures. CME berencana mengajukan gugatan hukum pada Kamis.
CFTC menyetujui permohonan Kalshi untuk menawarkan kontrak perpetual bitcoin bulan lalu. Regulator tersebut juga menerbitkan pernyataan no-action untuk Coinbase Financial Markets, yang memungkinkan perusahaan melanjutkan rencana untuk menawarkan produk derivatif komoditas digital.
Persetujuan regulasi ini memicu keputusan CME untuk mengambil langkah hukum terhadap CFTC.
Duffy mempertanyakan kecepatan proses peninjauan CFTC, dengan menyarankan bahwa persetujuan selesai lebih cepat daripada periode self-certification standar untuk instrumen keuangan baru seperti itu. Ia mengkritik klasifikasi produk tersebut sekaligus tenggat waktu peninjauan regulasinya.
Berbicara kepada CNBC, Duffy menegaskan bahwa CME berniat terus berjuang melawan persetujuan itu melalui jalur hukum meskipun keputusan regulator sudah dikeluarkan.
Berbicara lebih awal bulan ini pada Konferensi Piper Sandler Global Exchange & Fintech, Duffy mengungkapkan kekhawatirannya soal struktur perpetual futures dan risiko yang mungkin ditimbulkannya bagi pelaku pasar. Ia berpendapat bahwa produk tersebut menawarkan tingkat leverage yang melampaui yang biasanya terlihat di pasar yang diatur CME.
Menurut Duffy, trader yang kurang berpengalaman bisa menghadapi kerugian besar jika mereka masuk ke produk yang tidak sepenuhnya mereka pahami. Ia memperingatkan bahwa meningkatnya popularitas produk spekulatif berleverage tinggi dapat menimbulkan risiko serupa dengan yang terlihat sebelum krisis keuangan 2008.
“Pasar perumahan telah digantikan oleh pasar spekulasi,” kata Duffy, dengan berargumen bahwa spekulasi berlebihan dalam pasar prediksi dan produk derivatif lainnya bisa menjadi “bencana yang menunggu untuk terjadi”.
Apa tantangan hukum CME terhadap CFTC tentang apa? CME Group bersiap mengajukan gugatan terhadap CFTC terkait klasifikasi kontrak perpetual futures. CME berpendapat bahwa perpetual futures seharusnya diklasifikasikan sebagai swap di bawah Undang-Undang Dodd-Frank, bukan sebagai kontrak futures tradisional. Gugatan itu direncanakan diajukan pada Kamis.
Mengapa CME memutuskan untuk menantang keputusan CFTC? Sengketa ini mengikuti persetujuan CFTC bulan lalu atas kontrak perpetual bitcoin sebagai produk futures, termasuk aplikasi Kalshi dan pernyataan no-action untuk Coinbase Financial Markets. CEO CME Terrence Duffy menyatakan bahwa CME meyakini kontrak tersebut dikategorikan secara keliru, dan ia mengkritik baik klasifikasi maupun kecepatan proses peninjauan regulasi.
Kekhawatiran apa yang diungkapkan CEO Duffy tentang perpetual futures? Berbicara di Konferensi Piper Sandler Global Exchange & Fintech lebih awal bulan ini, Duffy berpendapat bahwa perpetual futures menawarkan tingkat leverage yang melampaui yang biasanya terlihat di pasar yang diatur CME. Ia memperingatkan bahwa trader yang kurang berpengalaman bisa menghadapi kerugian besar dan bahwa spekulasi berlebihan dapat menciptakan risiko serupa dengan yang terlihat sebelum krisis keuangan 2008.
Berita Terkait
CME Group Menggugat CFTC Terkait Persetujuan Futures Perpetual di AS
FERC Akan Mengeluarkan Aturan Regulasi Koneksi Jaringan Pusat Data Pada Akhir Juni
Kraken Meluncurkan Perpetual Futures Berizin CFTC untuk Klien Institusi AS
Kraken Meluncurkan Perpetual Futures U.S. yang Diatur CFTC untuk Trader yang Memenuhi Syarat
Kraken Berencana Meluncurkan Perpetual Futures yang Diatur CFTC untuk Trader Profesional AS