Menurut China Securities Journal, harga berjangka dan spot telur telah memantul naik secara kumulatif lebih dari 15% sejak 9 April, per 12 Mei. Reli ini mencerminkan beberapa faktor, termasuk meningkatnya permintaan, pasokan yang semakin ketat, dan tingkat persediaan yang rendah. Analis industri mencatat bahwa meski pasokan telur diperkirakan terus menurun dalam waktu dekat, suhu yang meningkat dapat menimbulkan kesulitan penyimpanan, yang berpotensi menekan permintaan dan memicu penurunan harga. Prospek jangka menengah menunjukkan harga akan terkonsolidasi di level yang lebih rendah, didukung oleh biaya produksi dan risiko penurunan yang terbatas.
Related News
Harga SHIB Stabil saat Leverage yang Lebih Rendah Mendukung Pemulihan
SUI Melonjak 50% Berkat Pertumbuhan Staking, Stablecoin Tanpa Biaya, dan Rencana Jalan Privasi
Bittensor Menguat Setelah Pengajuan ETF karena Modal Mengincar Token Baru