Menurut Bloomberg, Uni Eropa sedang dalam pembicaraan untuk bergabung dengan Pax Silica, aliansi yang didukung AS untuk semikonduktor, infrastruktur AI, mineral kritis, dan pusat data, sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada China. Komisi Eropa berencana mengirim pejabat senior ke AS dalam beberapa minggu mendatang untuk membahas ketentuan.
Langkah ini muncul saat Swedia dan Finlandia telah lebih dulu bergabung dengan aliansi tersebut, dan Uni Eropa mencari dukungan dari Prancis. Pembicaraan mengintensifkan di tengah penguatan kontrol ekspor China terhadap tanah jarang dan mineral lainnya, yang mendorong kerja sama UE-AS yang lebih erat pada bahan baku.
Related News
Keselarasan SEC-CFTC Mengurangi Risiko Tindakan Penegakan Tumpang Tindih
Bank-bank AS Bersiap Menjelang Titik Balik Tokenisasi, Temuan Moody’s Ratings
CITIC: Lonjakan Permintaan Daya AI Amerika Utara Mendorong Kekurangan Pasokan Turbin Gas