Beberapa ledakan mengguncang fasilitas militer di wilayah Bushehr dan Konarak Iran pada hari Kamis (10 Juli), menurut media resmi Iran. Markas militer di Bushehr terkena proyektil, sementara Konarak, yang menjadi rumah bagi pangkalan angkatan laut utama, diserang dalam dua gelombang. Namun, pejabat Pertahanan AS menyatakan militer tidak melakukan serangan udara selama beberapa jam terakhir. Mantan perwira Korps Marinir AS Dan Grazier mencatat bahwa jika serangan terbaru bukan dari Amerika, "Israel memang bisa jadi di baliknya."
Sementara itu, pengiriman melalui Selat Hormuz mengalami gangguan besar. Lloyd's List Intelligence melaporkan lalu lintas kapal menurun tajam, dengan kapal yang dilacak di jalur Oman yang dikoordinasikan AS hampir berhenti. Perusahaan intelijen maritim Kpler mencatat lalu lintas menurun dari 36 menjadi 23 kapal, dengan beberapa kapal mengalihkan rute ke utara dekat Pulau Larak untuk menghindari risiko.