FTX, bursa pertukaran mata uang kripto terpusat yang mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 pada November 2022 karena kekurangan likuiditas dan arus keluar modal, akan memiliki investasi senilai sekitar 158,796 triliun won jika tidak runtuh, menurut analisis yang dikutip oleh Park Sang-hyuk, editor di Digital Asset, pada 24 November. Penilaian ini didasarkan pada data Archam Intelligence yang melacak saham FTX di perusahaan-perusahaan besar termasuk SpaceX, Anispear (cursor developer), dan Anthropic (Claude developer).
Portofolio Investasi FTX dan Imbal Hasil
Menurut data Archam Intelligence per Mei 2024, investasi FTX menunjukkan kelipatan imbal hasil yang signifikan:
- Solana (Layer 1 project): imbal hasil 27x
- SpaceX (aerospace): imbal hasil 75x
- Anispear (cursor developer): imbal hasil 15,000x
- Robinhood (platform fintech A.S.): imbal hasil 8x
- Anthropic (AI/Claude developer): imbal hasil 165x
Kerugian Pengguna dan Konteks Penilaian
Park mencatat bahwa kerugian pengguna akibat runtuhnya FTX mencapai sekitar $8 billion (sekitar 11,86 triliun won), secara substansial lebih sedikit daripada penilaian investasi hipotetis tersebut. Namun, ia menekankan bahwa penilaian saat ini bersifat spekulatif. Setelah pengajuan perlindungan kebangkrutan, FTX menjual sahamnya di perusahaan-perusahaan ini dengan harga diskon untuk mengompensasi pengguna yang terdampak, artinya nilai investasi yang diperkirakan mewakili skenario “seandainya” dan bukan kepemilikan yang benar-benar terealisasi.