Hana Financial Group melaporkan laba bersih sebesar 1,1928 triliun KRW untuk kuartal kedua tahun 2024, diumumkan pada 24 Juli. Hasil tersebut mencerminkan kenaikan 1,66% dibanding periode yang sama tahun lalu (1,1733 triliun KRW), didorong oleh pendapatan bunga yang kuat yang berpusat pada pinjaman korporasi dan pendapatan non-bunga termasuk pertumbuhan fee income seiring diversifikasi portofolio. Kinerja itu diraih meski adanya biaya satu kali berskala besar, termasuk kerugian translasi mata uang asing sebesar 109,8 miliar KRW akibat kenaikan kurs, pencadangan 74,9 miliar KRW terkait restrukturisasi korporasi, serta kerugian asuransi 52,4 miliar KRW dari penerapan langkah asumsi aktuaria lanjutan.
Hasil kuartal kedua sedikit melampaui ekspektasi pasar. Menurut Yonhap Infomax Consensus Comprehensive, laba bersih Q2 Hana Financial diperkirakan sebesar 1,2622 triliun KRW, yang setara dengan kenaikan 6,54% secara year-over-year.
Hana Financial Group Melaporkan Laba Bersih Semester Pertama Rekor Senilai 2,4029 Triliun KRW
Secara kumulatif pada semester pertama, Hana Financial Group membukukan laba bersih sebesar 2,4029 triliun KRW, naik 4,4% year-over-year, sekaligus mencatat rekor untuk periode enam bulanan tersebut.
Pendapatan bunga kelompok (4,8082 triliun KRW) dan pendapatan non-bunga (1,4874 triliun KRW) masing-masing berjumlah 6,2956 triliun KRW, naik 13% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Margin bunga bersih (NIM) kuartal kedua berada di 1,88%, naik 0,06 poin persentase quarter-over-quarter.
Rasio perkiraan ekuitas biasa tingkat 1 (CET1) dan rasio BIS kelompok masing-masing 13,21% dan 15,26%, mempertahankan level yang stabil berkat manajemen pengembalian aset tertimbang risiko yang aktif (RoRWA) dan perbaikan portofolio aset yang berfokus pada profitabilitas.
Return on equity (ROE), indikator profitabilitas utama yang menjadi pusat implementasi rencana peningkatan nilai perusahaan, mencapai 10,62%, meningkat 143 basis poin dibanding akhir tahun. Return on assets (ROA) juga naik 9 basis poin menjadi 0,71%.
Pendapatan Biaya Meningkat 37,7% Year-over-Year pada Semester Pertama
Pendapatan biaya semester pertama naik 37,7% (406,9 miliar KRW) dibanding tahun lalu, mendorong pertumbuhan kelompok. Hal ini terjadi karena biaya terkait manajemen aset yang meningkat, termasuk biaya perwalian, biaya perantara sekuritas, serta biaya konsultasi investasi dan manajemen, ditambah dengan meningkatnya biaya penjaminan dan biaya konsultasi setelah penguatan portofolio perbankan investasi berkualitas tinggi.
Hana Bank dan Entitas Anak Menyajikan Kinerja yang Kuat
Hana Bank mencatat laba bersih konsolidasian sebesar 2,1211 triliun KRW untuk semester pertama, termasuk 1,0169 triliun KRW pada kuartal kedua. Ini merepresentasikan kenaikan 1,7% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan non-bunga mencapai 614,3 miliar KRW, naik 22,4% year-over-year. Hana Bank menjelaskan hal ini diakibatkan oleh pemeliharaan kemampuan bisnis yang solid pada area kompetensi inti seperti manajemen aset, pensiun, perwalian, dan pertukaran valas, meski terdapat faktor satu kali berskala besar seperti pencadangan terkait permohonan restrukturisasi korporasi grup korporat utama dan kerugian valas akibat kenaikan kurs.
Laba inti Hana Bank, dengan menggabungkan pendapatan bunga semester pertama (4,4645 triliun KRW) dan pendapatan biaya (614,3 miliar KRW), berjumlah 5,0788 triliun KRW.
Laba bersih Hana Securities untuk semester pertama mencapai 273,1 miliar KRW, naik 155,7% year-over-year. Hal ini dikaitkan dengan peningkatan pendapatan biaya perantara menyusul pertumbuhan volume perdagangan serta manajemen risiko yang proaktif terhadap volatilitas pasar.
Pada periode yang sama, Hana Card melaporkan laba bersih 125,9 miliar KRW, Hana Capital 104,5 miliar KRW, dan Hana Life 14,6 miliar KRW.
Hana Financial Group Mengumumkan Corporate Value Enhancement Plan 2.0
Pada 24 Juli, Hana Financial Group mengumumkan “Corporate Value Enhancement Plan 2.0”, yang mencakup penetapan ulang target ROE, rasio imbal hasil pemegang saham, dan CET1, beserta langkah-langkah implementasi spesifik.
Kelompok meningkatkan target ROE yang sebelumnya bertahan di atas 10% menjadi 12%. Untuk mencapainya, kelompok berencana untuk terus mengejar: memperluas keunggulan ultra-gap dalam kompetensi inti perbankan, memperkuat profitabilitas anak usaha non-bank, serta mengamankan mesin pertumbuhan masa depan melalui penguasaan ekosistem aset digital terlebih dahulu.
Kelompok menetapkan target rasio imbal hasil pemegang saham sebesar 50% atau lebih serta memperkenalkan kerangka imbal hasil pemegang saham yang terkait dengan pertumbuhan ROE dan laju pertumbuhan RWA untuk meningkatkan prediktabilitas imbal hasil pemegang saham.
Kelompok juga berencana untuk mendiversifikasi basis pemegang saham serta memperbaiki struktur penawaran-permintaan dengan memperluas jumlah total dividen tahunan minimal 10% guna memenuhi standar perusahaan dividen-tinggi sebesar rasio pembayaran dividen 40%.
Target CET1 disesuaikan menjadi 13% atau lebih, dengan modal yang melebihi 13% tersedia untuk digunakan sebagai sumber daya imbal hasil pemegang saham.
Seorang pejabat Hana Financial Group menyatakan, “Berdasarkan prinsip alokasi modal yang seimbang, kami akan menginternalisasi sikap manajemen RWA di seluruh perusahaan dan menetapkan sistem manajemen yang mengejar pertumbuhan kualitatif yang berpusat pada efisiensi modal dengan mengelola laju pertumbuhan RWA pada tingkat PDB nominal.”
FAQ
Berapa laba bersih Hana Financial Group untuk Q2 tahun 2024?
Hana Financial Group melaporkan laba bersih sebesar 1,1928 triliun KRW untuk kuartal kedua tahun 2024, yang mencerminkan kenaikan 1,66% dibanding periode yang sama tahun lalu (1,1733 triliun KRW).
Target baru apa yang diumumkan Hana Financial Group dalam Corporate Value Enhancement Plan 2.0?
Hana Financial Group mengumumkan pada 24 Juli bahwa pihaknya meningkatkan target ROE dari mempertahankan di atas 10% menjadi 12%, menetapkan target rasio imbal hasil pemegang saham sebesar 50% atau lebih, dan menyesuaikan target CET1 menjadi 13% atau lebih, dengan modal yang melebihi 13% tersedia untuk sumber daya imbal hasil pemegang saham.
Seberapa besar pendapatan biaya Hana Financial Group meningkat pada semester pertama?
Pendapatan biaya semester pertama Hana Financial Group naik 37,7% (406,9 miliar KRW) dibanding tahun lalu, didorong oleh meluasnya biaya terkait manajemen aset serta meningkatnya biaya penjaminan dan biaya konsultasi.