HD Hyundai Electric melaporkan peningkatan profit operasi sebesar 37,3% year-over-year untuk Q2 2026, mencapai 287 miliar won, menurut hasil konsolidasi pendahuluan yang diungkapkan pada 28 Mei. Produsen peralatan listrik asal Korea Selatan itu mengaitkan kinerja tersebut dengan peningkatan profitabilitas di seluruh segmen bisnis serta tingginya permintaan ekspor dari Amerika Utara dan Eropa. Perusahaan sedang melakukan negosiasi kontrak pasokan jangka panjang skala besar dengan empat perusahaan big tech untuk paket tenaga listrik serta distribusi pusat data.
HD Hyundai Electric Melaporkan Kenaikan Profit Operasi 37,3% di Q2 2026
Pendapatan HD Hyundai Electric pada Q2 2026 mencapai 1,1418 triliun won, naik 26% dibanding periode tahun sebelumnya. Laba bersih melonjak 45,2% menjadi 206,1 miliar won. Ketiga divisi bisnis—peralatan tenaga, peralatan distribusi, dan peralatan berputar—membukukan peningkatan pendapatan dan profitabilitas.
Segmen Peralatan Tenaga dan Distribusi Dorong Kenaikan Pendapatan
Pendapatan peralatan tenaga naik 10,7% year-over-year menjadi 535,9 miliar won pada Q2 2026. Segmen tersebut diuntungkan oleh pertumbuhan struktural yang berkelanjutan dalam penjualan trafo di Amerika Utara serta peningkatan profitabilitas di Eropa dan Timur Tengah. Pendapatan peralatan distribusi melonjak 20,2% menjadi 231,2 miliar won, didorong oleh perluasan pengiriman ke proyek semikonduktor dalam negeri. HD Hyundai Electric menyatakan profitabilitas peralatan distribusi akan membaik lebih lanjut pada paruh kedua 2026 karena kenaikan harga untuk pemutus sirkuit tegangan menengah dan rendah. Peralatan berputar mencatat pertumbuhan pendapatan sekitar 9%, dengan tambahan lonjakan laba sementara dari pengembalian dana bea tarif bersama.
Pesanan Amerika Utara Melonjak 105,5% Year-Over-Year
Pesanan Amerika Utara meningkat 105,5% dibanding Q2 2025. Pesanan Eropa naik 17,3%, didukung oleh investasi US hyperscaler di kawasan tersebut. Pesanan Timur Tengah turun secara quarter-over-quarter karena tertundanya penerbitan proyek Saudi Arabia HVDC, namun tetap 2% lebih tinggi dibanding periode tahun sebelumnya.
HD Hyundai Electric Negosiasikan Kontrak Pasokan Pusat Data dengan Empat Perusahaan Big Tech
HD Hyundai Electric mengungkapkan pada 28 Mei bahwa pihaknya sedang menegosiasikan volume tambahan skala besar dengan perusahaan big tech A untuk pasokan jangka panjang trafo tenaga listrik dan distribusi, di luar kontrak senilai 1,1 triliun won yang telah diumumkan sebelumnya. Volume tambahan itu ditargetkan untuk pengiriman pada 2029–2030. Perusahaan juga sedang melakukan negosiasi dengan perusahaan big tech B, C, dan D untuk kontrak pasokan jangka panjang skala besar paket tenaga listrik dan distribusi bagi pusat data.
FAQ
Berapa profit operasi HD Hyundai Electric pada Q2 2026?
HD Hyundai Electric melaporkan profit operasi sebesar 287 miliar won pada Q2 2026, naik 37,3% dibanding periode yang sama di 2025.
Segmen bisnis apa yang berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan HD Hyundai Electric di Q2 2026?
Pendapatan peralatan tenaga naik 10,7% menjadi 535,9 miliar won, pendapatan peralatan distribusi meningkat 20,2% menjadi 231,2 miliar won, dan peralatan berputar mencatat pertumbuhan pendapatan sekitar 9% pada Q2 2026.
Kontrak pasokan pusat data apa yang dinegosiasikan HD Hyundai Electric?
HD Hyundai Electric sedang menegosiasikan volume trafo skala besar tambahan dengan perusahaan big tech A untuk pengiriman 2029–2030, di luar kontrak senilai 1,1 triliun won yang telah diungkapkan sebelumnya. Perusahaan juga sedang melakukan negosiasi dengan perusahaan big tech B, C, dan D untuk kontrak pasokan paket tenaga listrik dan distribusi jangka panjang bagi pusat data.