Menurut Yonhapinfomax, pada 27 Juli rupiah Indonesia melemah 0,26% menjadi 17.961 per dolar AS, melanjutkan tren penurunan setelah gubernur bank sentral mengumumkan pengunduran dirinya. Pemerintah mengatakan Perry Warjiyo mundur karena alasan pribadi, meski analis menilai ketidakmampuannya mempertahankan mata uang dari pelemahan yang berkelanjutan turut menjadi faktor dalam keputusan tersebut.
Rupiah termasuk mata uang dengan kinerja terburuk di Asia tahun ini, turun lebih dari 7% sejak Januari. Intervensi pasar yang berulang dari bank sentral dan kenaikan suku bunga sebesar 100 basis poin sejak Mei gagal menghentikan penurunan tersebut.