Menurut pelacakan data Jin10, Iran dan AS sepakat pada 16 Mei untuk menunda negosiasi terkait bahan pengayaan uranium. Menteri Luar Negeri Iran Araghchi mengonfirmasi pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Rusia mengenai usulan penyimpanan uranium dan menyatakan penundaan itu bertujuan untuk menjaga ruang diplomasi. Ia juga menyebut tidak adanya kepercayaan pada AS, namun mengindikasikan kesediaan untuk mempertahankan kerangka gencatan senjata.
Trump menyatakan jeda 20 tahun yang diusulkan Iran untuk pengayaan uranium tidak cukup dan mengatakan waktu yang tepat dapat digunakan untuk memperoleh bahan uranium, sambil memperingatkan akan mengambil tindakan jika AS tidak mendapatkan “abu nuklir Iran”. Araghchi menanggapi bahwa Iran tidak berupaya mengembangkan senjata nuklir dan menegaskan kembali Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal-kapal komersial negara sahabat.
Related News