3 Bank Teratas Jepang Mendapat Akses AI OpenAI untuk Pertahanan Keamanan Siber

MUFG-0,47%

Tiga bank terbesar Jepang — Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), dan Mizuho Bank — bersiap memperoleh akses ke model AI terbaru dari OpenAI untuk memperkuat pertahanan siber dan meningkatkan kemampuan deteksi ancaman, menurut laporan dari Nikkei. Langkah ini mencerminkan respons bank-bank tersebut terhadap ancaman siber yang kian canggih yang menargetkan institusi keuangan. Perkembangan ini menegaskan adopsi cepat teknologi AI tingkat lanjut di sektor keuangan Jepang, saat institusi besar mengintegrasikan model-model frontier ke dalam infrastruktur keamanan dan operasional.

Tiga Bank Jepang Mengadopsi Model AI OpenAI untuk Keamanan Siber

MUFG, SMBC, dan Mizuho — tiga institusi keuangan paling berpengaruh di Asia — bersiap menerapkan model AI terbaru OpenAI untuk mengidentifikasi perilaku mencurigakan, menganalisis ancaman, dan memperkuat pertahanan terhadap serangan siber yang kompleks, menurut Nikkei. Ketiga bank tersebut sudah termasuk yang terbesar di Asia berdasarkan aset. Keputusan mereka mengadopsi teknologi OpenAI menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap alat keamanan siber berbasis AI di sektor perbankan Jepang. Inisiatif ini mengikuti adopsi lebih awal bank-bank tersebut terhadap platform Anthropic Claude Mythos pada awal bulan ini, menunjukkan bahwa institusi keuangan Jepang tengah mengintegrasikan beberapa model AI frontier ke infrastruktur keamanan mereka.

MUFG Mengintegrasikan ChatGPT ke Perbankan Ritel lewat Moneytree

MUFG baru-baru ini mengumumkan inisiatif terpisah yang melibatkan operasi perbankan ritel dan Moneytree, anak usaha teknologi finansial. Proyek ini mengintegrasikan layanan keuangan ke ChatGPT melalui ekosistem aplikasi OpenAI. Pelanggan dapat memeriksa saldo rekening, meninjau kebiasaan pengeluaran, dan mengelola keuangan pribadi menggunakan percakapan bahasa alami. Inisiatif ini memperluas penggunaan teknologi OpenAI MUFG dari aplikasi keamanan siber internal menjadi layanan yang menghadap pelanggan.

Bank Menghadapi Ancaman Siber yang Meningkat

Serangan siber terhadap institusi keuangan terus meningkat secara global. Bank menghadapi ancaman konstan mulai dari kampanye phishing dan serangan ransomware hingga upaya peretasan canggih yang didukung negara. Model-model AI membantu tim keamanan dengan mendeteksi aktivitas jaringan yang tidak biasa lebih cepat, mengidentifikasi pola ancaman yang muncul, mengotomatisasi sebagian respons insiden, serta mengurangi waktu respons saat serangan aktif berlangsung. Bagi institusi yang mengelola aset senilai triliunan dolar, peningkatan deteksi ancaman memiliki konsekuensi besar untuk perlindungan data nasabah dan keamanan sistem pembayaran.

FAQ

Apa yang diumumkan oleh tiga bank terbesar Jepang terkait OpenAI?
Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), dan Mizuho Bank bersiap memperoleh akses ke model AI terbaru dari OpenAI untuk memperkuat pertahanan siber dan meningkatkan kemampuan deteksi ancaman, menurut Nikkei.

Mengapa bank-bank Jepang mengadopsi model AI untuk keamanan siber?
Bank-bank tersebut merespons ancaman siber yang kian canggih yang menargetkan institusi keuangan. Model-model AI membantu mengidentifikasi perilaku mencurigakan, menganalisis ancaman, dan memperkuat pertahanan terhadap serangan siber yang kompleks, sekaligus mengurangi waktu respons saat serangan aktif berlangsung.

Teknologi AI lain apa yang baru-baru ini diadopsi bank-bank ini?
Ketiga bank sebelumnya mengadopsi platform Anthropic Claude Mythos pada awal bulan ini. MUFG juga mengumumkan inisiatif terpisah yang mengintegrasikan ChatGPT ke operasi perbankan ritel melalui anak usahanya, Moneytree, sehingga memungkinkan pelanggan mengelola keuangan menggunakan percakapan bahasa alami.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar