Macron: Prancis Tidak Pernah Mempertimbangkan Penggunaan Kekuatan Militer untuk Membuka Kembali Selat Hormuz

GateNews

Menurut Xinhua, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada 10 Mei bahwa Prancis tidak pernah mempertimbangkan penggunaan kekuatan militer untuk membuka kembali Selat Hormuz. Saat kunjungannya ke Kenya, Macron menyatakan bahwa pengerahan militer untuk membuka kembali selat tersebut “tidak pernah menjadi opsi bagi Prancis”. Ia menambahkan bahwa Prancis dan Britania Raya secara bersama-sama memimpin upaya diplomatik untuk berunding dengan Iran serta berkomunikasi dengan negara-negara regional dan AS guna mencegah konflik dan memulihkan pengiriman melalui Selat Hormuz apabila kondisi memungkinkan.

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar