CEO Pepperstone: AI Akan Menciptakan Lebih Dulu, Manusia Menyempurnakan Kemudian

CEO Pepperstone Group, Tamas Szabo, menyatakan bahwa kecerdasan buatan akan bergerak menuju model di mana mesin menciptakan pekerjaan terlebih dahulu, lalu manusia menyempurnakannya setelahnya—pergeseran yang ia yakini dapat mengubah produktivitas lintas industri termasuk layanan keuangan. Komentar itu muncul saat Pepperstone membahas kemitraannya dengan Aston Martin Aramco Formula One Team, yang menurut Szabo mencerminkan pola pikir kompetitif dan budaya performa dari kedua organisasi. Perusahaan keuangan semakin menyematkan AI di seluruh operasi trading, pengembangan produk, dukungan pelanggan, dan alur kerja kepatuhan karena teknologi ini menjadi pusat evolusi industri.

Szabo Memprediksi AI Akan Menciptakan Lebih Dulu, Manusia Menyempurnakan Kemudian

Szabo menguraikan masa depan di mana kecerdasan buatan mengambil alih tugas penciptaan utama sebelum keterlibatan manusia. "Saya pikir kita akan bergerak menuju dunia di mana AI membangun dan menciptakan lebih dulu. Seiring waktu, AI tidak hanya akan membantu manusia melakukan sesuatu. AI yang akan mengerjakan tugasnya, dan manusia kemudian datang untuk menerapkan sentuhan akhir," kata Szabo. Pernyataan itu menempatkan Pepperstone di antara perusahaan keuangan yang mempersiapkan integrasi AI di seluruh operasi trading, pengembangan produk, dukungan pelanggan, kepatuhan, dan alur kerja bisnis.

Szabo meyakini dampak jangka panjang teknologi tersebut melampaui ekspektasi saat ini. "Kita sedang berada di persimpangan di dunia keuangan—dan AI adalah jalan ke depan. Ini akan secara fundamental mengubah cara bisnis beroperasi dan saya menduga perubahan ini akan lebih mendalam daripada yang diperkirakan banyak orang," ujarnya. Ia menyarankan bahwa AI dapat meningkatkan nilai keterampilan manusia alih-alih menghilangkannya: "Jika bisnis menjalankannya dengan benar, produktivitas bisa meningkat secara dramatis. Namun itu juga akan memberi premi yang lebih besar pada kreativitas, penilaian, dan kemampuan untuk berpikir secara berbeda. Teknologi akan menjadi lebih mudah diakses. Kecerdasan manusia akan menjadi lebih bernilai."

CEO Pepperstone: Kompetisi Mendorong Inovasi dan Hasil yang Lebih Baik

Szabo menekankan kompetisi sebagai pendorong inovasi di industri pialang. "Kadang kita tergoda untuk berpikir akan lebih mudah jika kompetisi tidak ada, tetapi kompetisi membuat semua orang menjadi lebih baik. Kompetisi memaksa inovasi, menaikkan standar, dan menciptakan hasil yang lebih baik bagi pelanggan," katanya. Industri pialang global mencakup pemain utama di Eropa, Asia, Australia, Timur Tengah, dan Amerika Latin yang bersaing untuk trader aktif.

Szabo berargumen bahwa perusahaan yang sukses tidak bisa sekadar meniru para pesaing. "Yang saya pelajari selama puluhan tahun di industri ini adalah Anda tidak bisa hanya mengikuti kompetisi. Anda harus berpikir secara berbeda, beradaptasi dengan cepat, dan bersedia menantang pendekatan-pendekatan konvensional," ujarnya. Pepperstone bersaing melalui spread, kualitas eksekusi, teknologi, regulasi, dan keluasan produk dalam sektor tersebut.

Pepperstone Melihat Kemitraan Formula One sebagai Penyelarasan Budaya Performa

Szabo menggambarkan kemitraan Pepperstone dengan Aston Martin Aramco sebagai melampaui sekadar visibilitas merek. "Bagi yang belum mengenal, sponsor sering kali hanya soal logo. Hari ini, saya pikir itu mungkin hanya sebagian kecil dari nilai. Selebihnya berasal dari apa yang terjadi di sekitar kemitraan—pengalaman pelanggan, wawasan, akses, dan pengejaran bersama terhadap performa," katanya. Eksekutif tersebut menunjuk budaya performa sebagai penghubung antara Pepperstone dan Formula One: "Baik dalam trading maupun Formula One, kesalahan itu mahal, kompetisi tidak pernah berhenti, dan kesuksesan sering kali datang dari menemukan keunggulan kecil sebelum orang lain melakukannya."

Pepperstone berencana membawa tim kepemimpinan seniornya ke AMR Technology Campus di Silverstone. "Kami berencana membawa tim kepemimpinan senior kami ke AMR Technology Campus di Silverstone karena banyak hal yang bisa dipelajari dari organisasi yang beroperasi dengan kecepatan dan tingkat presisi seperti itu," kata Szabo. Perusahaan memandang kemitraan ini sebagai kesempatan untuk mempelajari bagaimana organisasi kelas elite mengelola eksekusi, inovasi, dan perbaikan berkelanjutan.

Pepperstone Menargetkan Menjadi Tiga Besar Perusahaan Pialang Global

Szabo menguraikan tujuan kompetitif jangka panjang perusahaan. "Apa yang akan jadi podium untuk Pepperstone? Kami ingin menjadi salah satu dari tiga perusahaan teratas di dunia dalam apa yang kami lakukan," katanya. Saat ini, Pepperstone melayani lebih dari 830.000 klien di lebih dari 150 negara, menjadikannya salah satu perusahaan trading ritel terbesar secara global. Pasar masih sangat terfragmentasi dengan pialang yang bersaing di berbagai wilayah, kerangka regulasi, dan kelas aset.

Szabo menekankan perbaikan berkelanjutan sebagai hal yang sentral dalam pendekatan perusahaan. "Kami benar-benar tidak pernah berpuas diri," katanya. Untuk mencapai posisi tiga besar, dibutuhkan ekspansi berkelanjutan, investasi teknologi, dan akuisisi pelanggan di pasar yang diferensiasinya semakin sulit.

FAQ

Apa yang dikatakan CEO Pepperstone Tamas Szabo tentang peran masa depan AI dalam bisnis?

Szabo menyatakan bahwa kecerdasan buatan akan bergerak menuju model di mana mesin menciptakan pekerjaan terlebih dahulu dan manusia menyempurnakannya setelahnya. Ia berkata, "Saya pikir kita akan bergerak menuju dunia di mana AI membangun dan menciptakan lebih dulu. Seiring waktu, AI tidak hanya akan membantu manusia melakukan sesuatu. AI yang akan mengerjakan tugasnya, dan manusia kemudian datang untuk menerapkan sentuhan akhir." Ia percaya pergeseran ini dapat mengubah produktivitas di berbagai industri termasuk layanan keuangan.

Mengapa Pepperstone memandang kompetisi sebagai sesuatu yang bermanfaat?

Szabo menyatakan bahwa kompetisi mendorong inovasi dan meningkatkan hasil bagi pelanggan. "Kadang kita tergoda untuk berpikir akan lebih mudah jika kompetisi tidak ada, tetapi kompetisi membuat semua orang menjadi lebih baik. Kompetisi memaksa inovasi, menaikkan standar, dan menciptakan hasil yang lebih baik bagi pelanggan," katanya. Ia menekankan bahwa perusahaan yang sukses harus berpikir secara berbeda, bukan sekadar mengikuti para kompetitor.

Apa tujuan strategis Pepperstone di industri pialang global?

Szabo menyatakan bahwa Pepperstone menargetkan menjadi salah satu dari tiga perusahaan teratas secara global di sektor tersebut. "Apa yang akan jadi podium untuk Pepperstone? Kami ingin menjadi salah satu dari tiga perusahaan teratas di dunia dalam apa yang kami lakukan," katanya. Perusahaan saat ini melayani lebih dari 830.000 klien di lebih dari 150 negara.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar