Berdasarkan dekret darurat yang dikeluarkan pada 11 Mei, pemerintah Peru telah memberi wewenang kepada perusahaan minyak milik negara Petroperu untuk mencari pinjaman yang dijamin negara senilai 2 miliar dolar AS guna memastikan kelangsungan usaha. Dekret tersebut menetapkan bahwa Kementerian Energi dan Pertambangan akan menanggung liabilitas kontinjensi serta biaya keuangan terkait untuk transaksi itu, dengan pengeluaran ditanggung oleh anggaran kementerian. Pemerintah juga memberi wewenang kepada kementerian untuk menanggung liabilitas kontinjensi jangka pendek hingga 500 juta dolar AS bagi perusahaan tersebut.
Related News
Protes di Maryland: biaya upgrade jaringan listrik senilai 2 miliar dolar AS untuk membayar pusat data AI di Virginia
Ripple Prime mengambil ekspansi fasilitas kredit 200 juta dolar AS dengan penjaminan margin oleh Neuberger
Indonesia Berencana Mengekspor Listrik Bersih ke Singapura pada Akhir 2026