Pangeran Saudi Alwaleed bin Talal memperoleh sekitar 5% dari pembuat mobil listrik Lucid Motors milik AS, menurut pengajuan SEC yang diungkap pada tanggal 29 (waktu setempat). Lembaga investasi pangeran tersebut membeli sekitar 19,5 juta saham, senilai kira-kira $126,8 juta (kira-kira ₩184,7 miliar) berdasarkan harga penutupan sebelumnya sebesar $6,50 per saham. Saham Lucid melonjak 21,54% setelah pengungkapan, ditutup pada $7,90. Investasi itu datang beberapa minggu setelah Lucid secara terbuka membantah rumor tentang delisting dan kemungkinan pengajuan pailit Chapter 11. Sejak IPO, saham Lucid telah turun sekitar 97%, dan perusahaan menerapkan langkah pemangkasan biaya yang agresif termasuk pengurangan tenaga kerja 18%.
Pangeran Alwaleed Akuisisi 19,5 Juta Saham Lucid Lewat Pengajuan SEC
Menurut pengajuan SEC, Pangeran Alwaleed bin Talal memperoleh sekitar 19,5 juta saham Lucid Motors, yang mewakili sekitar 5% dari perusahaan. Berdasarkan harga penutupan sebelumnya sebesar $6,50, kepemilikan tersebut dinilai sekitar $126,8 juta. Setelah pengungkapan, harga saham Lucid naik lebih dari 20%, ditutup pada $7,90—naik 21,54% dibanding hari perdagangan sebelumnya.
Pengajuan tersebut diserahkan pada tanggal 29 (waktu setempat). Pelaku pasar memandang investasi ini secara positif, terutama karena investasi tersebut datang dari investor yang diakui secara global pada periode ketika Lucid sedang menjalani restrukturisasi besar.
Lucid Menerapkan Pengurangan Tenaga Kerja 18% dan Penunjukan Eksekutif
Lucid Motors menunjuk Silvio Napoli sebagai CEO pada bulan Juni dan sejak itu mempercepat upaya normalisasi manajemen. Perusahaan baru-baru ini merekrut Alexander de Vocht sebagai CFO. Bulan lalu, Lucid mengurangi tenaga kerja di AS sekitar 18% dan menghapus posisi Chief Operating Officer (COO) sebagai bagian dari penajaman organisasi yang ditujukan untuk pengurangan biaya dan pengambilan keputusan yang lebih cepat.
Perusahaan awalnya menarik perhatian sebagai pesaing kuat Tesla pada saat IPO-nya, tetapi mengalami kesulitan akibat gangguan produksi, melemahnya permintaan, dan pengeluaran kas yang besar. Saham telah turun sekitar 97% sejak go public, memicu kekhawatiran pasar terkait memburuknya likuiditas dan tekanan pendanaan.
Riwayat Investasi Pangeran Alwaleed Mencakup Kepemilikan Citibank dan Apple
Pangeran Alwaleed bin Talal mendapat julukan "Warren Buffett of the Middle East" setelah melakukan investasi berani di Citibank (kini Citigroup) saat krisis kepailitan awal 1990-an, menghasilkan keuntungan besar. Setelah itu, ia melakukan investasi jangka panjang di perusahaan global termasuk Apple, News Corp, Four Seasons Hotels, dan X (dulu Twitter), yang membuatnya menjadi pemain besar di pasar keuangan global. Ia diketahui telah berinvestasi di SpaceX, yang merupakan prospek IPO teratas.
Pada 2017, Pangeran Alwaleed ditahan selama beberapa bulan di hotel Ritz-Carlton di Riyadh bersama anggota keluarga kerajaan dan tokoh bisnis lainnya selama kampanye anti-korupsi Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Media asing menggambarkan hotel tersebut sebagai "penjara termahal di dunia." Setelah mencapai kesepakatan dengan pemerintah, Pangeran Alwaleed dibebaskan dan melanjutkan aktivitas investasinya, mempertahankan posisinya sebagai investor terkemuka yang mewakili Timur Tengah.
FAQ
Berapa besar kepemilikan yang diperoleh Pangeran Alwaleed di Lucid Motors?
Pangeran Alwaleed bin Talal memperoleh sekitar 19,5 juta saham Lucid Motors, yang mewakili sekitar 5% dari perusahaan, menurut pengajuan SEC yang diungkap pada tanggal 29 (waktu setempat).
Bagaimana respons saham Lucid terhadap pengumuman investasi?
Saham Lucid melonjak 21,54% setelah pengungkapan, ditutup pada $7,90 dibandingkan harga penutupan sebelumnya sebesar $6,50.
Langkah restrukturisasi apa yang baru-baru ini diterapkan Lucid?
Lucid menunjuk Silvio Napoli sebagai CEO pada bulan Juni dan Alexander de Vocht sebagai CFO baru-baru ini. Bulan lalu, perusahaan mengurangi tenaga kerja di AS sekitar 18% dan menghapus posisi Chief Operating Officer.