Prosus Menjual 5% Saham Delivery Hero ke Aspex senilai 394 juta dolar AS

GateNews

Menurut Bloomberg, pada 11 Mei, Prosus menjual saham 5% di Delivery Hero Jerman kepada Aspex Management yang berbasis di Hong Kong dengan nilai 335 juta euro (394 juta dolar AS). Investor teknologi yang tercatat di Amsterdam itu mengurangi kepemilikannya untuk memenuhi komitmen Komisi Eropa yang terkait dengan akuisisinya atas Just Eat Takeaway.com. Prosus membanderol saham masing-masing seharga 22 euro (26 dolar AS), 22% di atas harga rata-rata tertimbang volume 30 hari Delivery Hero.

Transaksi ini menyusul penjualan saham 4,5% Prosus sebelumnya kepada Uber dan akan membuat Prosus memiliki sekitar 17% dari Delivery Hero, sementara kepemilikan Aspex meningkat menjadi sekitar 14%.

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.

Artikel Terkait

Intel Naik 8% dalam Perdagangan Pra-Pasar pada 11 Mei

Menurut data Gate, Intel (INTC.O) naik 8% dalam perdagangan prapasar pada 11 Mei.

GateNews7menit yang lalu

FINRA Denda Blue Ocean ATS sebesar 550.000 dolar AS atas Kegagalan Pengawasan Perdagangan Overnight

FINRA memberi denda Blue Ocean ATS sebesar 550.000 dolar AS dan mencensur perusahaan dalam penyelesaian penegakan hukum karena gagal menerapkan sistem anti pencucian uang dan pengawasan yang dirancang secara wajar untuk mendeteksi aktivitas perdagangan yang berpotensi manipulatif. Blue Ocean mengoperasikan sekitar 95% volume perdagangan ekuitas semalam di AS antara pukul 8:00 malam hingga 4:00 pagi waktu setempat Eastern Time. Menurut temuan FINRA, volume perdagangan semalam perusahaan meningkat

GateNews16menit yang lalu

Saham Intel Naik 5% di Perdagangan Pra-Pasar Setelah Kesepakatan Chip dengan Apple

Menurut Wall Street Journal, saham Intel melonjak 5% dalam perdagangan pra-pasar pada 11 Mei setelah laporan tentang kesepakatan awal manufaktur chip antara Apple dan Intel.

GateNews28menit yang lalu

China Aviation Engine Power Akan Memindahkan Aset Produksi ke Xi'an Red Flag pada 11 Mei

Menurut Jin 10 Data pada 11 Mei, China Aviation Engine Power Co. mengumumkan rencana untuk mengalihkan aset produksi dan manufaktur mesin pesawatnya kepada anak usaha yang dimiliki sepenuhnya, Xi'an Red Flag, tanpa kompensasi, beserta bisnis dan personel terkait. Setelah pengalihan, perusahaan akan menjadi entitas tercatat bertipe holding, dengan operasi produksi mesin pesawat dikelola oleh empat anak perusahaan: Shenyang Liming Aero-Engine Co., Xi'an Red Flag, Guizhou Liyang Aero-Power Co., dan

GateNews34menit yang lalu

Saham AS Terkait Kripto Beragam di Perdagangan Pra-pembukaan; CRCL Naik 6,91%

Berdasarkan data msx.com, saham AS yang terkait kripto bergerak bervariasi pada perdagangan pra-pembukaan 11 Mei. CRCL naik 6,91%, sementara COIN menguat 0,32%, MSTR maju 0,90%, dan MARA naik 0,85%. SBET turun 0,67%.

GateNews37menit yang lalu

IBK Securities Menyarankan Bertahan di Saham Korea Hingga Juli, Mengamati Potensi Koreksi Penurunan di Agustus

Menurut kepala riset IBK Investment & Securities, Lee Seung-hoon, pada 11 Mei, para investor sebaiknya mempertahankan posisi mereka di pasar saham hingga Juni dan Juli karena perusahaan semikonduktor seperti SK Hynix dan Samsung Electronics menunjukkan kinerja yang kuat, didorong oleh pertumbuhan ekspor dan laba. Ekspektasi laba kuartal kedua diperkirakan tetap stabil selama periode reli musim panas. Namun, mulai Agustus, koreksi berpotensi terjadi jika momentum ekonomi dan laba mulai melambat,

GateNews56menit yang lalu
Komentar
0/400
Tidak ada komentar