Menurut CNBC, Robinhood mengumumkan pada 27 Mei bahwa pihaknya akan mengizinkan investor menghubungkan agen AI pihak ketiga untuk mengeksekusi strategi investasi dengan intervensi manusia yang minimal. Langkah ini menghadirkan kemampuan investasi otomatis yang sebelumnya hanya tersedia untuk dana lindung nilai institusional kepada investor ritel.
Platform tersebut telah menerapkan pengaman untuk mengatasi risiko, termasuk memisahkan akun yang digerakkan AI dari akun perdagangan tradisional, mengharuskan modal khusus untuk mengaktifkan perdagangan, menyediakan notifikasi transaksi secara real-time, dan mengizinkan klien untuk memutuskan koneksi agen segera. Robinhood juga menetapkan batasan, proses persetujuan manual, serta sistem pemantauan penipuan untuk menjaga kendali investor dan meninjau instruksi pengguna serta perilaku agen jika terjadi sengketa.