SBI Remit telah melampaui 2,5 triliun yen dalam total pengiriman uang internasional, sekitar $15 miliar, menandai tonggak penting dalam pembayaran lintas negara yang diaktifkan oleh blockchain. Pencapaian ini mencerminkan integrasi perusahaan terhadap teknologi Ripple On-Demand Liquidity (ODL), yang menggunakan XRP sebagai aset penghubung untuk memungkinkan penyelesaian hampir instan tanpa akun yang telah didanai sebelumnya di negara tujuan. Jepang telah muncul sebagai pasar terdepan untuk adopsi blockchain enterprise, dengan SBI Remit melayani ekspatriat dan pekerja migran yang membutuhkan layanan remitansi cepat dan terjangkau untuk keluarga dan bisnis di luar negeri.
SBI Remit Melampaui $15 Miliar dalam Total Pengiriman
SBI Remit mengumumkan bahwa total pengiriman uang internasional yang diproses melalui platformnya telah melampaui 2,5 triliun yen, kira-kira $15 miliar. Perusahaan terutama melayani ekspatriat dan pekerja migran di Jepang yang mengandalkan metode cepat dan terjangkau untuk mengirim uang kepada keluarga dan bisnis di luar negeri. Sistem perbankan tradisional untuk pengiriman ini sering melibatkan beberapa perantara, biaya yang tinggi, serta penundaan yang dapat berlangsung hingga beberapa hari. SBI Remit memposisikan diri sebagai alternatif yang lebih efisien dengan memanfaatkan infrastruktur berbasis blockchain.
Kemitraan Ripple Memungkinkan Penyelesaian Berbasis XRP Sejak 2021
SBI Remit telah mempertahankan kemitraan dengan Ripple sejak 2017, menggunakan RippleNet untuk merampingkan transaksi lintas negara dengan waktu penyelesaian yang lebih cepat serta transparansi yang lebih baik dibanding perbankan koresponden tradisional. Pada 2021, SBI Remit menjadi perusahaan pertama di Jepang yang memperkenalkan layanan remitansi internasional yang didukung On-Demand Liquidity (ODL). ODL menggunakan XRP sebagai aset penghubung, memungkinkan nilai bergerak lintas batas tanpa mewajibkan institusi untuk mendanai akun di negara tujuan terlebih dahulu. Likuiditas diperoleh secara real time melalui pasar aset digital, sehingga memungkinkan penyelesaian hampir instan. Saat pelanggan memulai transfer, SBI Remit merutekan instruksi melalui SBI VC Trade, dengan dana dikonversi menjadi XRP, ditransfer lintas batas dalam hitungan detik, lalu ditukar menjadi mata uang lokal penerima. Struktur ini mengurangi penundaan penyelesaian, menurunkan gesekan operasional, serta meningkatkan efisiensi modal bagi institusi yang berpartisipasi.
SBI Remit Memperluas Jaringan Blockchain dengan Bank Tottori
SBI Remit baru-baru ini memperluas jaringan pembayarannya yang diaktifkan blockchain melalui kemitraan dengan Bank Tottori, menandakan meningkatnya minat institusional pada aplikasi distributed ledger dalam sektor perbankan Jepang. Jepang telah menjadi salah satu pasar yang lebih aktif untuk adopsi blockchain enterprise, dengan lembaga keuangan seperti Grup SBI memainkan peran sentral dalam mengintegrasikan teknologi distributed ledger ke dalam layanan pembayaran. Pertumbuhan berkelanjutan volume remitansi SBI Remit menunjukkan adanya permintaan yang berkelanjutan untuk pembayaran internasional yang lebih cepat dan lebih hemat biaya.
FAQ
Tonggak apa yang dicapai SBI Remit dalam transfer lintas negara?
SBI Remit mengumumkan bahwa total pengiriman uang internasional yang diproses melalui platformnya telah melampaui 2,5 triliun yen, sekitar $15 miliar. Perusahaan melayani ekspatriat dan pekerja migran di Jepang yang mengirim uang kepada keluarga dan bisnis di luar negeri.
Bagaimana SBI Remit menggunakan XRP dalam sistem pembayarannya?
SBI Remit menggunakan teknologi Ripple On-Demand Liquidity (ODL), yang memakai XRP sebagai aset penghubung. Saat pelanggan memulai transfer, dana dikonversi menjadi XRP, ditransfer lintas batas dalam hitungan detik, lalu ditukar menjadi mata uang lokal penerima. Proses ini menghilangkan kebutuhan akan akun yang telah didanai sebelumnya di negara tujuan dan memungkinkan penyelesaian hampir instan.
Mengapa Jepang mengadopsi teknologi blockchain untuk remitansi?
Jepang telah muncul sebagai pasar terdepan untuk adopsi blockchain enterprise, dengan lembaga keuangan seperti Grup SBI mengintegrasikan teknologi distributed ledger ke dalam layanan pembayaran. Kemitraan SBI Remit dengan Ripple sejak 2017 dan peluncuran remitansi yang didukung ODL pada 2021 menunjukkan fokus negara tersebut pada infrastruktur pembayaran internasional yang lebih cepat dan lebih hemat biaya.