Raksasa fast fashion Shein Group Ltd. telah memperoleh persetujuan dari regulator Tiongkok untuk melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong, dengan rencana menjual hingga 341,6 juta saham H; namun saat ini belum ada jadwal pencatatan yang pasti. Dari sisi valuasi, valuasi Shein empat tahun lalu sempat mencapai 100 miliar dolar AS, tetapi kini turun menjadi sekitar 30 miliar dolar AS, menyusut lebih dari 70%.
Ketentuan utama IPO Shein di Hong Kong: persetujuan regulator Tiongkok dan jadwal yang belum ditentukan
Menurut laporan Bloomberg, Shein telah memperoleh persetujuan dari regulator Tiongkok untuk melakukan IPO di Hong Kong; rencananya akan menjual hingga 341,6 juta saham H. Meski sudah mendapat persetujuan regulator, saat ini belum ada jadwal pencatatan yang pasti; laporan tersebut menyebutkan bahwa jika progres peninjauan regulator tidak sesuai ekspektasi, rencana tersebut masih dapat menghadapi penundaan lebih lanjut.
Dukungan yang ada untuk Shein mencakup IDG Capital, Mubadala Investment Co., Tiger Global Management, dan Sequoia China (HSG), di antara institusi ternama lainnya. Berdasarkan ketentuan Komisi Sekuritas Tiongkok (CSRC), setiap perusahaan yang memiliki hubungan substansial dengan Tiongkok, apa pun lokasi pendaftarannya, harus menjalani persetujuan mereka sebelum melakukan pencatatan di luar negeri.
Valuasi Shein menyusut 70% menjadi 30 miliar dolar AS
Menurut laporan, valuasi Shein turun dari puncak 100 miliar dolar AS empat tahun lalu menjadi sekitar 30 miliar dolar AS saat ini, terutama dipengaruhi oleh tiga faktor utama berikut:
Perubahan kondisi pasar: persaingan di pasar fast fashion global makin ketat, sehingga valuasi secara keseluruhan tertekan
Kenaikan harga akibat tarif: penyesuaian kebijakan bea masuk impor di pasar utama seperti Amerika Serikat mendorong biaya Shein dan memengaruhi daya saing harga
Persaingan sengit dari Temu: kemunculan Temu milik PDD di pasar fast fashion dengan harga sangat rendah secara langsung menekan pangsa pasar Shein
IPO kali ini diperkirakan menghimpun puluhan miliar dolar AS; nilai akhirnya akan bergantung pada valuasi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Mengapa Shein akhirnya memilih Hong Kong, bukan AS atau London?
Menurut laporan, rencana Shein untuk IPO di AS terpaksa ditunda karena peninjauan ketat terkait rantai pasok dan praktik ketenagakerjaan; setelah itu, upaya beralih ke pencatatan di London juga gagal karena regulator Tiongkok tidak memberikan persetujuan. Hong Kong menjadi opsi pengganti yang layak setelah persetujuan dari regulator Tiongkok diperoleh; keberhasilan persetujuan kali ini menandai kemajuan dari upaya pencatatan bertahun-tahun.
Mengapa Shein memerlukan persetujuan dari regulator Tiongkok, meskipun markas besar sudah dipindahkan ke Singapura?
Menurut laporan, meski Shein memindahkan kantor pusat ke Singapura pada 2021, berdasarkan ketentuan CSRC, setiap perusahaan yang memiliki hubungan substansial dengan Tiongkok, apa pun lokasi pendaftarannya, harus menjalani peninjauan persetujuan regulator Tiongkok sebelum melakukan pencatatan di luar negeri; inti rantai pasok Shein masih berada di Provinsi Guangdong, sehingga tunduk pada ketentuan ini. Untuk memperoleh persetujuan, pendiri Xu Yueting berkomitmen untuk menanamkan lebih banyak sumber daya ke Provinsi Guangdong.
Bagaimana kondisi pasar IPO Hong Kong saat ini secara keseluruhan?
Menurut laporan, kinerja pasar saham Hong Kong tahun ini secara umum lemah, turun sekitar 6%; tetapi pasar IPO Hong Kong menunjukkan tanda pemulihan, hingga saat ini sudah menghimpun hampir 35 miliar dolar AS dana, sehingga memberi Shein potensi jendela pencatatan. Rincian jadwal IPO dan kondisi pasar akan mengacu pada pengumuman resmi serta data pasar terbaru.