Raksasa e-commerce fast fashion, Shein, sedang secara agresif mempersiapkan IPO di Bursa Efek Hong Kong. Berdasarkan prospektus awal terbaru yang diungkap, Shein menargetkan listing paling cepat pada akhir Agustus hingga awal September. Namun, pada kuartal I 2026, Shein mencatat rugi bersih sebesar 99 juta dolar AS, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu membukukan laba 395 juta dolar AS. Perusahaan menyebut rugi pada kuartal pertama terutama akibat kebijakan pemerintahan Trump AS yang mencabut skema “pembebasan nilai kecil” pada Mei 2025.
Kuartal I 2026 berbalik dari laba menjadi rugi: pendapatan AS turun 14,3%
Data keuangan utama yang diungkap dalam prospektus Shein adalah sebagai berikut:
Pendapatan total 2024: 38,7 miliar dolar AS
Pendapatan total 2025: 41,8 miliar dolar AS
Laba bersih total 2025: 2.06B dolar AS (turun 38,7% dibanding 2024)
Rugi bersih Q1 2026: 99 juta dolar AS (laba bersih Q1 tahun lalu 395 juta dolar AS)
Pendapatan AS Q1 2026: 2,04 miliar dolar AS (turun 14,3% secara tahunan)
Dampak tarif Trump: setelah “pembebasan nilai kecil” dicabut, tarif pajak AS naik dari 62,5% menjadi 87,5%
Shein dalam prospektus secara langsung menyebut rugi pada kuartal pertama terutama disebabkan kebijakan perdagangan AS. Pada Mei 2025, AS mencabut skema “pembebasan nilai kecil” untuk barang murah impor dari China, yang membuat batas atas tarif bea masuk produk Shein di AS melonjak dari 62,5% menjadi 87,5% (batas bawah juga naik dari 0% menjadi 10%).
Kebijakan ini langsung melemahkan model bisnis tarif rendah yang sebelumnya diandalkan Shein. Untuk merespons kenaikan biaya, Shein telah menerapkan strategi penetapan harga “cost-plus”, dengan mengalihkan sebagian besar tambahan biaya kepada konsumen AS. AS adalah pasar terbesar Shein, dan pendapatan AS Q1 turun 14,3% secara tahunan.
Biaya baru UE, pasar Timur Tengah, dan kontroversi ESG
Uni Eropa mulai Juli 2026 akan mengenakan biaya 3 euro untuk impor e-commerce bernilai rendah, sebagai respons terhadap persaingan dari China, sehingga menambah tekanan baru bagi bisnis Eropa Shein. Perang AS terhadap Iran memang tidak menimbulkan dampak besar terhadap keseluruhan operasional, tetapi telah memengaruhi permintaan konsumen di Timur Tengah serta mengganggu rute pengiriman melalui Selat Hormuz.
Sementara itu, Shein tetap menghadapi kontroversi ESG, termasuk kondisi kerja di pabrik, kecanduan aplikasi, serta dampak model pengiriman udara terhadap lingkungan; meskipun perusahaan menegaskan sikap nol toleransi terhadap pelecehan pekerja dan berinvestasi dalam manajemen risiko, isu-isu ini masih menjadi potensi variabel yang dapat memengaruhi perjalanan IPO-nya.
FAQ
Kapan IPO saham Shein di Hong Kong diperkirakan akan dilakukan?
Berdasarkan informasi prospektus terbaru, Shein diperkirakan paling cepat melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Hong Kong pada akhir Agustus hingga awal September 2026; rincian jadwal tetap mengacu pada pengumuman resmi Shein.
Bagaimana kinerja keuangan Shein pada kuartal I 2026?
Berdasarkan prospektus, Shein mencatat rugi bersih 99 juta dolar AS pada kuartal I 2026, sementara pada periode yang sama tahun lalu membukukan laba 395 juta dolar AS. Pendapatan pasar AS Q1 turun 14,3% menjadi 2,04 miliar dolar AS; perusahaan menyebut penyebab utama kerugian adalah tarif yang melonjak setelah skema “pembebasan nilai kecil” di AS dicabut pada Mei 2025.
Apa dampak spesifik tarif Trump terhadap Shein?
Setelah AS mencabut skema “pembebasan nilai kecil” pada Mei 2025, tarif bea masuk produk Shein di AS dengan batas atas naik dari 62,5% menjadi 87,5% (batas bawah dari 0% menjadi 10%), sehingga pendapatan Q1 AS—pasar terbesar Shein—turun 14,3% secara tahunan. Shein telah menerapkan strategi penetapan harga “cost-plus”, dengan mengalihkan sebagian besar kenaikan biaya kepada konsumen AS.