Pada Kamis, harga perak bergerak di sekitar 72 dolar AS per ounce, mendekati level terendah dalam tiga minggu, karena lonjakan biaya energi memperkuat kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi pasar akan potensi kenaikan suku bunga dari bank sentral utama.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk blokade angkatan laut AS terhadap Iran yang diumumkan oleh Presiden Trump dan hampir ditutupnya Selat Hormuz, telah mengganggu pasar global. Para trader pun menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini dan mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada 2027. Federal Reserve mempertahankan sikap kebijakannya tanpa perubahan, sesuai ekspektasi pasar, meski muncul perbedaan pendapat internal karena empat pejabat menolak.
Related News
Prediksi Polymarket yang tengah jadi sorotan: berapa harga emas pada akhir Juni?
Bull Bitcoin Membela $79.200 karena Likuidasi Long $28,3 Juta Mereda Risiko
Permintaan Emas Mencapai $193B pada Q1 2026 karena Premi Risiko Geopolitik Tetap Bertahan