Universitas Manajemen Singapura (Singapore Management University/SMU) meluncurkan Urban SustaInnovator Fund pada 22 Mei, sebuah program senilai 10 juta dolar AS yang dirancang untuk ikut berinvestasi bersama pada startup tahap awal di bidang keberlanjutan perkotaan. Dana ini akan mendukung ekspansi di Singapura dan Asia, dengan investasi perdana dijadwalkan pada kuartal ke-4 2026. Dengan memposisikan diri sebagai gerbang menuju Asia, SMU memanfaatkan dana ini sebagai bagian dari strategi Singapura yang lebih luas untuk menarik talenta deep-tech global dan memperkuat peran negara-kota tersebut dalam ekosistem inovasi regional.
Struktur Dana dan Model Investasi
Urban SustaInnovator Fund beroperasi dengan basis co-investment bersama perusahaan modal ventura pada ketentuan pasar. Dana ini mengambil pipeline investasinya dari akselerator Urban SustaInnovator, yang menyalurkan startup terkurasi ke kumpulan peluang investasi. Tujuh startup dipilih untuk gelombang pertama dari lebih dari 1.500 pendaftaran yang diterima di lebih dari 90 negara.
Fokus Area dan Gelombang Perdana
Startup yang didukung oleh dana ini bergerak di bidang termasuk dekarbonisasi, transisi energi, mobilitas, dan sirkularitas. Fokus sektor ini selaras dengan prioritas keberlanjutan global dan mencerminkan komitmen SMU dalam menangani tantangan lingkungan perkotaan.
Model Akselerator Urban SustaInnovator
Akselerator yang menjadi penyuplai dana ini berjalan dengan model yang ramah pendiri. Akselerator beroperasi dengan skema tanpa biaya, tanpa ekuitas, sehingga memungkinkan startup mempertahankan kepemilikan penuh. Program ini dirancang sebagai inisiatif hibrida non-residensial berdurasi 12 bulan. Setiap startup memperoleh mentor utama dari kemitraan publik-swasta yang melibatkan A*STAR (Badan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Riset Singapura), ST Engineering, serta investor Antler dan Wavemaker Partners. Model ini memberi dana 10 juta dolar AS pipeline startup terkurasi secara global yang mengerjakan bidang seperti beton yang bisa menyembuhkan diri (self-healing concrete) dan ban tanpa ruang udara (airless tyres) yang diturunkan dari teknologi luar angkasa.
Ekspansi Geografis dan Perusahaan Mitra
Program ini berhasil menarik startup internasional ke Singapura. Qarbotech berbasis di Malaysia dan Mimicrete berbasis di Inggris adalah di antara perusahaan yang membangun atau memperluas operasinya di Singapura sebagai bagian dari inisiatif tersebut. Ekspansi ini mencerminkan efektivitas program dalam memposisikan Singapura sebagai pusat inovasi deep-tech di Asia.
Integrasi dengan Inisiatif SMU
Urban SustaInnovator Fund melengkapi upaya inovasi SMU yang lebih luas, termasuk National Graduate Research Innovation Programme (National GRIP), yang mendukung komersialisasi riset universitas. SMU juga membangun model teaching accelerator dalam platform USI, di mana mahasiswa berpartisipasi dalam aktivitas penilaian startup, analisis pasar, due diligence, serta dukungan portofolio.