SK Hynix menghimpun 26,5 miliar dolar AS (sekitar 40 triliun won) melalui penerbitan American Depositary Receipt (ADR) di Nasdaq pada 10 Mei (waktu setempat), dengan penyelesaian pembayaran dijadwalkan pada 14 Mei. Produsen semikonduktor asal Korea Selatan tersebut berencana mengalokasikan dana terutama untuk investasi domestik, termasuk ekspansi klaster semikonduktor Yongin, fasilitas advanced packaging Cheongju P&T7, serta pengadaan peralatan litografi ultraviolet ekstrem (EUV), menurut dokumen keterbukaannya. Masuknya dana dolar dalam skala besar ini menarik perhatian sebagai potensi kekuatan penstabil bagi kurs won-dolar AS, yang sebelumnya sempat mendekati 1.560 won awal bulan ini di tengah menguatnya dolar secara global dan arus keluar modal domestik. Analis pasar keuangan membandingkan skala penggalangan dana tersebut dengan langkah likuiditas era krisis: 26,5 miliar dolar AS tersebut melampaui 19,872 miliar dolar AS yang benar-benar disuplai pada pandemi 2020 melalui skema currency swap Federal Reserve-Bank of Korea. Konversi dolar ke won yang diproyeksikan untuk belanja domestik diharapkan meringankan kekurangan pasokan dolar di pasar valuta asing Korea.
SK Hynix Mengalokasikan Dana Hasil ADR Sebesar $26,5 Miliar untuk Investasi Semikonduktor Domestik
SK Hynix mengungkapkan dalam dokumen keterbukaannya bahwa dana 26,5 miliar dolar AS yang dihimpun melalui penawaran ADR akan membiayai pembangunan klaster semikonduktor Yongin, ekspansi fasilitas advanced packaging Cheongju P&T7, serta pengadaan peralatan litografi EUV. Perusahaan membutuhkan mata uang berdenominasi won untuk membayar kontraktor konstruksi domestik, pemasok, dan upah karyawan, sehingga diperlukan konversi dana hasil dolar menjadi won Korea. Pembayaran untuk penerbitan ADR dijadwalkan final pada 14 Mei. Ketua Grup SK Chey Tae-won dan para eksekutif kunci, termasuk CEO SK Hynix Kwak Noh-jung dan Wakil Ketua SK Square Chey Jae-won, menghadiri sebuah acara di Nasdaq Tower di Times Square, New York, pada 11 Mei.
Skala Penggalangan Dana Melampaui Likuiditas Krisis 2020 dan Sejajar Surplus Perdagangan Bulanan
Penggalangan dana ADR sebesar 26,5 miliar dolar AS secara signifikan melampaui 19,872 miliar dolar AS yang benar-benar disuplai ke sistem keuangan Korea pada krisis COVID-19 2020 melalui skema currency swap senilai 60 miliar dolar AS antara Bank of Korea dan Federal Reserve AS. Nilai tersebut setara dengan 73% dari total surplus perdagangan Korea pada Juni (sekitar 36,2 miliar dolar AS) dan sebanding dengan rata-rata volume spot foreign exchange harian kuartal pertama sebesar 33,28 miliar dolar AS yang dilaporkan Bank of Korea. Nilai tersebut juga dua kali lipat dari sekitar 13,6 miliar dolar AS penjualan dolar bersih yang dilakukan otoritas pertukaran asing pada kuartal pertama untuk pertahanan nilai tukar, menurut sumber industri dan sektor keuangan.
Kurs Won-Dolar Turun Lebih dari 50 Won dari Puncak Setelah Pengumuman ADR
Kurs won-dolar AS mencapai puncak mendekati 1.560 won pada perdagangan intraday awal bulan ini—level tertinggi sejak krisis keuangan global—dipicu oleh melemahnya yen dan penjualan oleh investor asing. Setelah itu, kurs turun lebih dari 30 won dalam satu hari pada 3 Mei, jatuh di bawah ambang 1.500 won pada 8 Mei berdasarkan penutupan, dan ditutup pada 1.501,4 won pada 10 Mei. Spesialis pasar valas mengaitkan penurunan cepat lebih dari 50 won dari puncak tersebut sebagian dengan ekspektasi pasar terhadap masuknya dana hasil ADR SK Hynix. Penjualan dolar dalam skala besar dan pembelian won yang diantisipasi telah memberi tekanan ke bawah pada kurs bahkan sebelum konversi aktual terjadi, karena perusahaan menempatkan kontrak valas lebih awal untuk lindung nilai risiko mata uang dan bank menjual dolar di pasar spot sebagai respons.